Simak Makna Mendalam Mahkota Binokasih, Warisan Nilai Kehidupan Adiluhung

  • 02 Mei 2026 10:28 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Mahkota Binokasih melambangkan kasih sayang yang menjadi dasar nilai kehidupan, seperti gotong royong, toleransi, dan kebijaksanaan.
  • Bentuknya merepresentasikan konsep Tritangtu (silih asah, silih asih, silih asuh), serta dihiasi simbol kesetiaan, ketulusan, dan kekuatan tekad
  • Kirab Mahkota Binokasih menjadi sarana pelestarian budaya sekaligus edukasi sejarah agar nilai luhur terus diwariskan antar generasi.

RRI.CO.ID, Jakarta - Arak-arakan Mahkota Binokasih menjadi salah satu pertunjukkan Kirab Budaya Tatar Sunda di Sumedang, Jawa Barat. Acara ini akan berlangsung pada Sabtu, 2 Mei 2026 pukul 19:30 WIB.

Mahkota Binokasih merupakan mahkota yang sangat istimewa. Bukan hanya dari bentuknya yang terbuat dari emas, mahkota itu juga menyimpan makna kehidupan adiluhung.

Radya Anom Karaton Sumedang Larang Luky Djohari Soemawilaya menjelaskan makna yang terkandung di dalam mahkota tersebut. Ia mengatakan bahwa mahkota tersebut memiliki sebutan lengkap Binokasih Sanghyang Pake.

Binokasih, kata dia, berarti kasih sayang, sedangkan sanghyang pake artinya dipakai dalam kehidupan sehari-hari. Jadi, nama Binokasih Sanghyang Pake mengandung makna kasih sayang harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

"Kasih sayang harus dijadikan sumber tindakan. Karena dari kasih sayang melahirkan nilai gotong royong, toleransi, musyawarah, adil dan bijaksana," ujarnya dalam keterangan pers yang diterima RRI, Jumat, 1 Mei 2026.

Sementara, dari segi bentuk, Mahkota Binokasih juga menyimpan makna mendalam. Ia menyampaikan bahwa mahkota itu memiliki tiga susunan yang merupakan representasi dari konsep Sunda Tritangtu.

Konsep ini membangun pemikiran tentang silih asah, silih asih, dan silih asuh yang artinya saling berbagi ilmu. Serta menyayangi dan membimbing sesama manusia.

Adapun, wujud hias bunga wijaya kusuma dan burung julang dalam Mahkota Binokasih. Hal ini menggambarkan makna kesetiaan, ketulusan, dan kekuatan itikad.

"Jadi, folosofi yang terkandung dalam mahkota ini menyimpan pesan bagi kita yang hidup," ujarnya, menambahkan. Melalui Kirab Mahkota Binokasih, makna kehidupan adiluhung dalam Mahkota Binokasih ingin disampaikan kepada masyarakat.

Dengan demikian, maknanya dapat diterapkan dari generasi ke generasi. Sehingga tetap hidup dan menjadi pedoman dalam kehidupan bermasyarakat.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jabar, Iendra Sofyan menilai bahwa acara ini menjadi momentum penting dalam memperkuat identitas budaya daerah. Ia menegaskan, pelaksanaan kirab ini juga menjadi upaya pelestarian budaya sekaligus sarana edukasi sejarah bagi masyarakat.

"Peringatan hari jadi bukan hanya seremoni. Tetapi menjadi cermin sejarah yang dapat menjadi kompas kehidupan untuk masa depan," ucapnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....