Jangkau Ribuan Penerima, Dana Abadi Kebudayaan 2025 Naik Signifikan
- 02 Apr 2026 21:05 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Fadli Zon menyebut program Dana Abadi Kebudayaan 2025 meningkat signifikan, dengan 2.117 penerima dan nilai Rp141,7 miliar atau naik lebih dari 500 persen.
- Total penerima manfaat hingga kini mencapai 3.036 orang dengan akumulasi dana Rp594 miliar, menunjukkan tren peningkatan sejak 2023.
- Bambang Wibawarta menyoroti penerima masih didominasi Jawa dan Sumatra, sehingga pemerintah mendorong pemerataan melalui pendampingan dan sosialisasi di daerah.
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Kebudayaan (Menbud), Fadli Zon menyampaikan program pemanfaatan Dana Abadi Kebudayaan menunjukkan peningkatan signifikan. Khususnya pada sisi jumlah penerima maupun nilai pendanaan.
Ia mengungkapkan, pada 2025 program tersebut telah mendanai sebanyak 2.117 penerima dengan total nilai mencapai Rp141,7 miliar. Angka ini meningkat tajam hingga 511,85 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
"Pada 2025 penyaluran tahap pertama saja sudah mencapai Rp141,7 miliar dengan 2.117 penerima. Kalau kita lihat secara statistik, penerimaan tahun 2025 itu Rp188,8 miliar, penerimanya 299 orang," ujarnya kepada wartawan usai konferensi pers: Program Dana Indonesia Raya 2026, Gedung Kemendikdasmen, Jakarta Selatan, Kamis, 2 April 2026.
Ia menjelaskan, tren peningkatan juga terlihat dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2023, dana yang disalurkan sebesar Rp107,7 miliar dengan 274 penerima.
Sementara pada 2024 meningkat menjadi Rp146 miliar dengan 346 penerima. Menurutnya, total penerima manfaat program telah mencapai 3.036 penerima dengan akumulasi dana yang disalurkan sebesar Rp594 miliar.
"Jumlah tersebut diperkirakan akan terus bertambah seiring berjalannya program," ucapnya. Ia menegaskan, peningkatan ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam memperkuat ekosistem kebudayaan nasional.
Sementara itu, penerima manfaat program masih didominasi oleh wilayah Pulau Jawa dan sebagian besar Sumatra. Demikian disampaikan oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Kebudayaan, Bambang Wibawarta.
Ia menilai, tingginya jumlah pendaftar di wilayah tersebut turut memengaruhi distribusi penerima manfaat. Meski demikian, pemerintah terus mendorong pemerataan akses melalui pendampingan dan sosialisasi di berbagai daerah.
"Ke depan diharapkan ada pendampingan, termasuk dari Balai Pelestarian Kebudayaan. Agar akses program ini bisa lebih merata dan menjangkau lebih banyak daerah," kata Bambang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....