Tukar Hampers Lebaran Punya Makna Sosial dan Keagamaan
- 23 Mar 2026 11:38 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta: Sosiolog menilai budaya tukar-menukar hampers saat Lebaran bukan hanya sekadar tradisi memberi. Tetapi memiliki makna sosial dan keagamaan yang mendalam.
Praktik ini tidak hanya menyambungkan silaturahmi antar orang tua. Namun, juga membuka kesempatan bagi anak cucu untuk saling mengenal.
"Secara umum, ini adalah kebaikan, orang tuanya mungkin berteman, tapi anak cucunya belum tentu. Dengan adanya tukar-menukar hampers, mereka jadi kenal,” ujar Sosiolog dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Tantan Hermansah, saat berbincang dengan Pro3 RRI, Minggu 22 Maret 2026.
Tradisi ini sangat baik bagi warga Indonesia. Terlebih memiliki motivasi keagamaan supaya silaturahmi terus terjaga.
Dalam praktiknya, bentuk hampers pun mengalami perubahan seiring tren zaman. Dahulu, hampers berbentuk rantangan, kini berkembang menjadi produk awet dalam kemasan.
"Ada pula yang menyesuaikan isinya mengikuti tren. Bahkan tidak jarang masyarakat saling bertukar logam mulia sebagai hampers modern," katanya.
Sementara itu, Perayaan Hari Raya Nyepi dan Idulfitri, bisnis hampers di Kabupaten Buleleng mulai menggeliat. Permintaan bingkisan berisi aneka makanan, kue, hingga produk kerajinan lokal meningkat.
“Menjelang Nyepi dan Idul Fitri biasanya permintaan memang meningkat. Banyak yang memesan hampers untuk keluarga atau relasi kerja, bahkan ada yang kirim dari luar daerah untuk keluarganya di sini,” ujar salah satu pelaku usaha hampers di Buleleng, Dian.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....