Makna Penjor Bali, Simbol Syukur dan Keharmonisan Alam

  • 19 Mar 2026 17:55 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Penjor merupakan salah satu simbol penting dalam tradisi umat Hindu di Bali. Hiasan ini kerap terlihat saat perayaan Hari Raya Galungan di berbagai penjuru pulau.

Penjor berbentuk batang bambu tinggi dengan ujung melengkung. Bambu tersebut dihias janur atau daun kelapa muda serta berbagai ornamen khas.

Mengutip laman bali.kemenag.go.id, penjor menyerupai umbul-umbul yang menjulang hingga sekitar 10 meter. Bentuknya melambangkan gunung sebagai simbol kesucian dan kehidupan.

Bagi umat Hindu Bali, gunung diyakini sebagai tempat bersemayam para dewa dan leluhur. Gunung Agung dipercaya sebagai pusat spiritual yang sakral.

Penjor menjadi simbol rasa syukur atas anugerah hasil bumi dari Sang Hyang Widi Wasa. Hiasan ini juga mencerminkan harapan akan kemakmuran dan kesejahteraan.

Dalam lontar Jayakasunu, penjor disebut melambangkan Gunung Agung. Sementara dalam lontar Basuki Stawa, gunung diibaratkan sebagai naga raja, yakni Naga Basuki.

Dalam mitologi, Gunung Agung dikaitkan dengan keberadaan Naga Basuki. Sosok ini digambarkan memiliki kepala di laut dan ekor di gunung.

Makna tersebut menggambarkan siklus alam dari gunung hingga laut. Gunung dianggap sebagai sumber kehidupan yang mengalir melalui air.

Ornamen pada penjor juga memiliki simbol tersendiri dalam ajaran Hindu Bali. Sanggah pada penjor melambangkan kepala naga sebagai tempat sesaji.

Hiasan janur yang melingkar menggambarkan rambut naga. Sementara bagian ujung melengkung penjor melambangkan ekor Naga Basuki.

Berbagai hasil bumi yang digantung di penjor menjadi simbol kemakmuran. Unsur tersebut meliputi padi, jagung, umbi-umbian, hingga buah-buahan.

Dalam praktiknya, penjor terbagi menjadi dua jenis, yakni penjor sakral dan penjor hiasan. Keduanya memiliki fungsi dan kelengkapan yang berbeda.

Penjor sakral digunakan dalam upacara keagamaan dengan perlengkapan khusus. Sementara penjor hiasan lebih bersifat dekoratif tanpa unsur sakral lengkap.

Penjor sakral biasanya dilengkapi janur, hasil bumi, serta sesaji. Termasuk di dalamnya jajan, uang kepeng, dan sanggah sebagai tempat persembahan.

Setiap komponen dalam penjor memiliki makna simbolis yang mendalam. Bambu melambangkan kekuatan Dewa Brahma dan janur melambangkan Hyang Mahadewa.

Kelapa melambangkan kekuatan Hyang Rudra. Sementara hasil bumi mencerminkan anugerah Dewa Wisnu kepada kehidupan.

Keseluruhan penjor mencerminkan keseimbangan alam dan hubungan manusia dengan Tuhan. Tradisi ini menjadi bagian penting dalam menjaga nilai spiritual dan budaya Bali.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....