Makna Simbol Bunga Krisan 16 Kelopak sebagai Lambang Kekaisaran Jepang
- 23 Feb 2026 15:33 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Tokyo - Lambang Kekaisaran Jepang merupakan bunga krisan dengan 16 kelopak di bagian depan dan 16 kelopak di belakang. Versi ini dipakai untuk dokumen resmi, sedangkan variasi jumlah kelopak menandakan anggota keluarga kekaisaran lainnya atau kuil Shinto.
Bunga krisan atau kiku dalam bahasa Jepang merupakan simbol yang melambangkan umur panjang dan pembaruan. Tanaman ini pertama kali dibawa ke Jepang dari Tiongkok sekitar abad ke-6 sebagai tanaman obat.
Kemudian, Krisan mulai dibudidayakan pada periode Nara (710–793 M). Popularitasnya meningkat pesat pada abad ke-12, ketika Kaisar Go-Toba menjadikannya sebagai mon atau lambang resmi keluarga kekaisaran.
Sejak saat itu, bunga ini semakin digemari, terutama pada era Edo (1603–1868). Pada era itu, krisan dengan berbagai bentuk, warna, dan varietas baru mulai dikembangkan.
Penggunaan krisan sebagai simbol kekaisaran juga mendorong sejumlah klan bangsawan menanam bunga tersebut. Hal ini dianggap sebagai loyalitas serta hubungan baik dengan istana, bahkan memasukkan motif krisan ke dalam lambang keluarga.
Krisan juga menjadi nama penghargaan tertinggi negara, yakni Ordo Krisan Agung. Motif ini bahkan turut hadir dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.
Di antaranya koin 50 yen, hingga dekorasi hidangan restoran. Tak hanya itu, motif krisan juga muncul di seni tradisional seperti ikebana, keramik, dan desain kimono.
Dalam sastra klasik Jepang, krisan menjadi tema puisi sejak abad ke-10, salah satunya = dalam antologi terkenal Kokin Wakashū. Saat ini, Jepang memiliki lebih dari 350 jenis krisan dari sekitar 200 ribu varietas yang dikenal di dunia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....