Tradisi Munggahan Pererat Silaturahmi Sambut Ramadan

  • 17 Feb 2026 14:52 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta: Tradisi munggahan menjadi momen penting menyambut bulan suci Ramadan. Masyarakat berkumpul untuk makan bersama dan saling memaafkan.

Di berbagai daerah, munggahan dirayakan bersama keluarga dan kerabat. Tradisi ini sudah mengakar kuat di masyarakat Indonesia.

Sosiolog dari IPB University, Dr Ivanovich Agusta membeberkan, sejumlah makna sosial dari tradisi munggahan. Menurutnya, Ramadan sebagai fase kehidupan yang lebih religius.

"Kalau kita bayangkan, masyarakat muslim memandang Ramadan sebagai fase lebih religius. Di mana ibadah dan perenungan biasanya lebih intens dibanding hari-hari biasa," kata Ivanovich dalam perbincangan bersama Pro3 RRI, Senin, 16 Februari 2026.

Ia menilai proses menuju Ramadan sebagai perubahan identitas sosial. "Ada proses maaf-memaafkan agar kita lebih bersih sebelum memasuki bulan Ramadan," katanya.

Munggahan menghadirkan pertemuan bersama keluarga, teman, dan tetangga. Interaksi tersebut dapat memperkuat hubungan sosial antarwarga.

Menurutnya, masyarakat Indonesia memiliki refleks sosial untuk tersenyum saat bertemu. Mengajak makan menjadi tanda kedekatan dengan sahabat dan tetangga.

Secara historis, tradisi munggahan sudah ada sejak masa Walisongo. Abad ke-15, banyak warga mengadakan pertemuan sehari menjelang puasa.

“Dulu pertemuan seperti munggahan dilakukan sore hari selepas Asar. Sekaligus mengumumkan besok sudah masuk bulan Ramadan,” ujarnya.

Tradisi ini mempererat komunikasi dan kebersamaan. Dahulu, masyarakat hanya menyediakan jajanan pasar saat berkumpul, namun sekarang, warga menyajikan berbagai menu untuk meramaikan suasana.

Namun, esensi munggahan tetap pada pertemuan dan silaturahmi. Sebelum berpisah, mereka saling memaafkan agar siap menyambut Ramadan.

Tradisi ini menjadi simbol kebersamaan dan harmonisasi sosial. Munggahan mengajarkan nilai toleransi dan menjaga keharmonisan antarwarga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....