Mengenal Sejarah dan Makna Naga China atau Liong dalam Perayaan Imlek
- 17 Feb 2026 12:27 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta – Selain barongsai, perayaan Tahun Baru Imlek juga identik dengan pertunjukan tarian naga China atau liong. Sejak zaman kuno, liong menjadi bagian penting dalam berbagai festival masyarakat Tionghoa.
Dengan penyebaran masyarakat Tionghoa ke berbagai belahan dunia, tarian naga turut diperkenalkan secara luas. Liong kemudian berkembang menjadi simbol budaya Tionghoa yang dikenal lintas negara.
Sejarah dan Legenda Tarian Naga
Melansir China Highlight, asal-usul tarian naga dapat ditelusuri hingga Dinasti Han pada 206 SM hingga 220 Masehi. Pada masa itu, tarian naga digunakan dalam upacara pemujaan leluhur serta doa memohon hujan.
Seiring waktu, tarian naga berkembang menjadi pertunjukan hiburan masyarakat. Pada Dinasti Tang dan Dinasti Song, tarian naga telah menjadi kegiatan seremonial umum dalam festival, termasuk Tahun Baru Imlek.
Legenda menyebutkan, di sebuah desa bernama Teratai terdapat kolam yang ditumbuhi bunga teratai. Seorang perempuan di tepi kolam mengandung selama 999 hari dan melahirkan seorang anak laki-laki.
Anak tersebut memiliki sisik naga tipis yang berkilauan di dada dan punggungnya. Kepala desa yang mendengar kabar itu ingin membunuh bayi yang dianggap dewa naga tersebut.
Sang ibu menyembunyikan bayinya di dalam baskom kaki di kolam teratai. Namun, seorang kepala suku tua menemukan bayi itu dan mencoba menebasnya dengan pisau.
Sekejap kemudian, anak itu melompat dan berubah menjadi naga emas lalu terjun ke kolam. Angin berembus kencang dan awan gelap bergulung, sementara naga kecil itu membesar menjadi naga puluhan kaki.
Sejak saat itu, setiap kali terjadi kekeringan, naga dipercaya datang menurunkan hujan. Untuk berterima kasih, warga membuat bunga naga dari 999 kelopak teratai dan menampilkan tarian naga setiap Festival Musim Semi.
Makna Naga China
Naga China merupakan simbol penting dalam budaya China dan menjadi lambang kebijaksanaan, kekuatan, serta kekayaan. Selain itu, naga juga dipercaya membawa keberuntungan bagi masyarakat.
Pada zaman dahulu, saat hujan tak turun dalam waktu lama, masyarakat memohon hujan melalui tarian naga. Tarian naga setelah musim tanam juga menjadi doa melawan serangan hama serangga.
Kini, tarian naga ditampilkan dalam berbagai perayaan untuk mengusir roh jahat. Tarian ini juga diyakini membawa energi positif dan masa depan yang sejahtera.
Warna kostum liong memiliki makna berbeda sesuai simboliknya. Hijau melambangkan panen besar, kuning menghormati kekaisaran, emas atau perak melambangkan kemakmuran, dan merah menghadirkan kegembiraan serta keberuntungan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....