Serupa tapi Tak Sama, Ini Perbedaan Barongsai dan Liong dalam Imlek

  • 17 Feb 2026 11:15 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta – Perayaan Tahun Baru Imlek 2026 identik dengan pertunjukan barongsai dan liong yang selalu memeriahkan suasana. Meski tampak serupa, keduanya memiliki perbedaan mendasar dari sisi mitologi, karakteristik, simbol, hingga teknik tarian.

Atraksi barongsai dan liong tidak sekadar hiburan, tetapi sarat makna budaya dalam tradisi Tiongkok. Berikut perbedaan barongsai dan liong sebagaimana dirangkum dari berbagai sumber.

1. Berdasarkan Mitologi Tiongkok

Dilansir Sydney Lion Dance, barongsai merupakan visualisasi singa yang didasari singa bersejarah dari Asia Tengah ribuan tahun lalu. Dalam tradisi Tiongkok, singa menjadi lambang kepahlawanan sekaligus perlindungan.

Berbeda dengan barongsai, liong berbentuk panjang menyerupai naga yang bersisik dan berkaki empat. Dalam mitologi Tiongkok, naga mewakili kaisar serta dikenal sebagai makhluk yang sangat kuat.

2. Berdasarkan Karakteristik Pertunjukan

Dalam pertunjukan barongsai, satu kostum singa digerakkan oleh dua orang penari yang membagi peran depan dan belakang. Karena ukurannya relatif lebih kecil, barongsai mampu melakukan beragam trik akrobatik yang memukau.

Sementara itu, liong memiliki tubuh jauh lebih panjang dibandingkan barongsai. Naga dalam tarian liong digerakkan puluhan orang menggunakan tongkat, dan semakin panjang ukurannya semakin banyak penarinya.

3. Berdasarkan Simbol dan Makna

Singa dalam barongsai melambangkan keberanian serta perlindungan bagi masyarakat Tionghoa. Dikutip Shaolin Yuntai, suara musik yang keras dan gerakan penari dimaksudkan untuk mengusir roh jahat.

Sebaliknya, liong yang menyerupai naga melambangkan keberuntungan, kemakmuran, dan kekuatan dalam pemikiran Tiongkok. Tarian naga secara simbolis menandai awal tahun baru serta membawa energi positif.

4. Berdasarkan Gerakan Tarian

Gerakan barongsai tersusun dalam koreografi terkoordinasi yang menonjolkan kelincahan dan kekuatan singa, di antaranya:

  • Lompatan akrobatik: Penari melompat antar tiang sebagai simbol keanggunan dan kekuatan singa.
  • Interaksi menyenangkan: Penari berinteraksi jenaka dengan penonton, termasuk merebut jeruk atau amplop merah.
  • Gerakan kuat: Kostum singa dihentakkan ke tanah untuk mengusir roh jahat.
  • Sinkronisasi: Gerakan kepala dan ekor diselaraskan untuk menciptakan ilusi singa hidup.

Sementara tarian liong menampilkan keanggunan dan gerakan sinkron yang membutuhkan koordinasi tinggi, di antaranya:

  • Putaran penuh semangat: Naga digerakkan secara elegan dan mengalir dengan keseimbangan terjaga.
  • Naik dan turun: Tubuh naga dinaikkan dan diturunkan untuk menciptakan dinamika visual.
  • Gerakan berlawanan: Penari menggerakkan naga ke arah berlawanan demi efek visual mengesankan.
  • Gerakan mata dan kepala: Penari mengendalikan ekspresi naga melalui mata dan kepala.

Tidak mudah menjadi penari barongsai maupun liong karena dibutuhkan kekompakan dan latihan intensif. Kini, masyarakat dapat memahami bahwa meski sering tampil bersamaan, barongsai dan liong memiliki identitas, makna, serta teknik pertunjukan yang berbeda.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....