Tradisi Cap Go Meh, Simak Kegiatan yang Dilakukan Usai Imlek
- 15 Feb 2026 09:03 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Perayaan Cap Go Meh menjadi penutup rangkaian Tahun Baru Imlek yang dirayakan masyarakat Tionghoa. Tradisi ini biasanya berlangsung pada hari ke-15 setelah Imlek dengan berbagai kegiatan budaya dan kebersamaan.
Di Indonesia, Cap Go Meh berkembang melalui akulturasi budaya Tionghoa dengan tradisi lokal. Perayaan ini tidak hanya bernilai religius, tetapi juga menjadi bagian kekayaan budaya nasional.
Secara historis, tradisi Cap Go Meh berakar dari perayaan lampion di China sejak masa kuno. Tradisi tersebut kemudian menyebar ke Asia Tenggara, termasuk Indonesia melalui komunitas perantau.
Menurut berbagai kajian budaya, Cap Go Meh menandai berakhirnya rangkaian perayaan Tahun Baru Imlek. Momentum ini identik dengan syukur, doa keselamatan, serta harapan keberuntungan pada tahun baru.
Berikut beberapa kegiatan yang lazim dilakukan saat peringatan Cap Go Meh:
1. Makan bersama keluarga
Tradisi makan bersama menjadi kegiatan utama dalam perayaan Cap Go Meh. Hidangan khas seperti lontong Cap Go Meh, jeruk mandarin, dan kue keranjang kerap disajikan sebagai simbol kebersamaan.
Selain mempererat hubungan keluarga, makan bersama juga mencerminkan rasa syukur atas rezeki. Tradisi ini sekaligus menutup rangkaian perayaan Imlek dengan suasana hangat.
2. Pawai budaya dan pertunjukan barongsai
Pawai budaya sering digelar untuk memeriahkan Cap Go Meh di berbagai daerah. Pertunjukan barongsai menjadi daya tarik utama sekaligus simbol keberuntungan dan semangat baru.
Atraksi ini biasanya disaksikan masyarakat luas dan menjadi agenda wisata budaya. Kehadirannya memperlihatkan perpaduan tradisi Tionghoa dengan budaya lokal.
3. Festival lampion atau lentera
Lampion identik dengan perayaan Cap Go Meh sebagai simbol harapan dan kemakmuran. Warna merah pada lampion dipercaya melambangkan keberuntungan serta kebahagiaan.
Festival lampion juga menjadi atraksi visual yang menarik perhatian masyarakat. Tradisi ini menambah semarak suasana penutup perayaan Imlek.
4. Doa dan kegiatan religius
Sebagian masyarakat melaksanakan doa bersama sebagai ungkapan syukur. Kegiatan ini menegaskan nilai spiritual dalam rangkaian Cap Go Meh.
Informasi keagamaan terkait perayaan ini juga kerap disosialisasikan oleh Kementerian Agama. Hal tersebut bertujuan memperkuat pemahaman toleransi dan kerukunan umat beragama.
5. Festival kuliner khas Cap Go Meh
Perayaan Cap Go Meh juga identik dengan festival makanan tradisional. Kuliner khas sering menjadi sarana mengenalkan budaya Tionghoa kepada masyarakat luas.
Kajian budaya dari akademisi Universitas Indonesia menunjukkan kuliner Cap Go Meh mencerminkan akulturasi budaya. Hal ini terlihat dari perpaduan cita rasa lokal dengan tradisi Tionghoa.
Cap Go Meh tidak sekadar perayaan penutup Imlek, tetapi juga sarana mempererat persaudaraan. Tradisi ini menunjukkan harmoni budaya serta nilai kebersamaan yang terus terjaga.
Melalui perayaan tersebut, masyarakat dapat memahami pentingnya toleransi dan keberagaman. Cap Go Meh pun menjadi bagian dari kekayaan tradisi yang memperkaya budaya Indonesia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....