Sejarah Panjang dan Makna Perayaan Hari Valentine

  • 14 Feb 2026 13:02 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Hari Valentine diperingati setiap 14 Februari sebagai hari yang identik dengan perayaan cinta di berbagai negara. Peringatan ini memiliki latar sejarah panjang yang memadukan kisah keagamaan, tradisi kuno, dan perkembangan budaya.

Asal usulnya berkaitan dengan sosok Santo Valentine yang dihormati dalam tradisi Kekristenan awal sebagai martir. Namanya kemudian diasosiasikan dengan pengorbanan dan keteguhan hati dalam membela nilai pernikahan pada masa itu.

Sejumlah sejarawan menilai perayaan ini juga dipengaruhi festival Romawi kuno bernama Lupercalia yang berlangsung Februari. Ritual tersebut dahulu berkaitan dengan harapan kesuburan dan pembaruan kehidupan masyarakat pada masa Romawi kuno.

Pada akhir abad kelima, gereja menetapkan 14 Februari sebagai hari penghormatan resmi bagi Santo Valentine. Langkah itu diyakini sebagai upaya mengalihkan tradisi pagan menuju peringatan bernuansa Kristiani yang lebih religius.

Makna romantisnya semakin menguat ketika karya sastra abad pertengahan mengaitkannya dengan musim kawin burung di Eropa. Sejak periode itu, kebiasaan menyampaikan pesan cinta melalui kartu dan puisi berkembang di masyarakat.

Tradisi bertukar hadiah seperti cokelat dan bunga mawar kemudian menjadi praktik populer di berbagai negara. Simbol hati dan figur Cupid turut merepresentasikan cinta, kasih sayang, serta kehangatan hubungan antarmanusia.

Kini, Hari Valentine dimaknai sebagai momen untuk merayakan perhatian dan kepedulian kepada orang terkasih. Perayaan ini terus berkembang sebagai simbol apresiasi terhadap cinta, persahabatan, dan hubungan yang bermakna.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....