Perangi Sampah Mulai dari Sampah
- 07 Apr 2026 03:59 WIB
- Bovendigoel
RRI.co.id, Boven Digoel - Mengelola sampah bisa terasa berat jika kita langsung mencoba menjadi sosok "zero waste" dalam semalam. Cara terbaik adalah memulainya dengan langkah-langkah kecil yang konsisten agar menjadi kebiasaan. Berikut beberapa cara praktis untuk memulai pengelolaan sampah dari rumah:
1. Kenali dan Pisahkan (Pilah)
Langkah paling krusial adalah memisahkan sampah berdasarkan jenisnya. Sediakan minimal dua atau tiga wadah berbeda:
- Sampah Organik: Sisa makanan, kulit buah, sayuran, dan daun kering.
- Sampah Anorganik/Daur Ulang: Botol plastik, kaleng, kertas, kardus, dan kaca.
- Sampah Residu: Sampah yang sulit didaur ulang seperti tisu bekas, popok sekali pakai, atau pembalut.
2. Kelola Sampah Organik (Kompos)
Sekitar 50-60% sampah rumah tangga biasanya adalah organik. Jika ini tidak dikelola, sampah akan membusuk di TPA dan menghasilkan gas metana yang berbahaya.
- Metode Sederhana: Gunakan ember berlubang atau komposter untuk mengubah sisa sayur/buah menjadi pupuk cair atau padat.
- Manfaat: Anda tidak hanya mengurangi volume sampah, tapi juga mendapatkan pupuk gratis untuk tanaman di rumah.
3. Bersihkan Sampah Anorganik
Sebelum membuang botol plastik atau kaleng ke wadah daur ulang, pastikan kondisinya bersih dan kering. Sisa cairan atau makanan di dalam botol dapat merusak kualitas bahan dan membuatnya tidak bisa didaur ulang.
4. Terapkan Prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle)
- Reduce (Kurangi): Bawa tas belanja sendiri, gunakan botol minum isi ulang (tumbler), dan kurangi penggunaan plastik sekali pakai.
- Reuse (Gunakan Kembali): Gunakan wadah bekas selai untuk tempat bumbu, atau jadikan baju bekas sebagai kain lap (majun).
- Recycle (Daur Ulang): Salurkan sampah yang sudah terpilah ke Bank Sampah terdekat atau agen pengumpul barang bekas.
5. Tangani Sampah Berbahaya (B3)
Jangan mencampur baterai bekas, lampu neon, atau wadah bekas bahan kimia (seperti semprotan nyamuk) ke sampah umum. Sampah jenis ini memerlukan penanganan khusus agar tidak mencemari tanah dan air tanah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....