Tantangan dan Pengalaman Orang Tua Mendidik Anak Difabel

  • 23 Nov 2025 15:05 WIB
  •  Bovendigoel

KBRN,Boven Digoel: Bapak Putra Pratama, orang tua anak dengan difabel, berbagi pengalaman mendidik anak-anaknya di dua jenis sekolah: satu di sekolah khusus untuk anak tunarungu dan satu lagi di Taman Kanak-Kanak (TK) umum. Pengalaman ini menggambarkan tantangan dan peluang yang dihadapi anak difabel dalam pendidikan.

Anak pertama Putra bersekolah di sekolah khusus dengan pendekatan yang lebih terfokus. "Anak saya belajar bahasa isyarat sejak TK. Di sekolah ini, mereka diajarkan materi akademik sekaligus cara berinteraksi menggunakan bahasa isyarat. Ini sangat membantu dalam kehidupan sehari-hari," ungkapnya, sabtu (22/11/2025).

Anak kedua Putra yang masih TK bersekolah di sekolah umum. Meskipun tanpa pengajaran bahasa isyarat, anak kedua Putra merasa nyaman berinteraksi dengan teman-temannya.

"Di sekolah umum, anak saya merasa diterima dan tidak malu berinteraksi. Di rumah, dia sering meniru kakaknya yang menggunakan bahasa isyarat, yang juga membantu perkembangan sosialnya," tambah Putra.

Putra menyadari bahwa meskipun ada perbedaan pendekatan antara sekolah khusus dan sekolah umum, keduanya memberikan kesempatan yang setara bagi anak difabel untuk belajar dan berkembang.

"Sekolah khusus lebih fokus pada kebutuhan spesifik anak difabel, sementara sekolah umum memberi kesempatan untuk berinteraksi lebih luas dengan teman-teman sebayanya. Keduanya memberikan kontribusi besar dalam perkembangan anak-anak kami," ujar Putra.

Putra menjelaskan bahwa meskipun semakin banyak sekolah yang menerima anak difabel, tantangan utama adalah memastikan pendidikan yang diterima dapat mempersiapkan mereka untuk kehidupan jangka panjang. "Kami ingin anak-anak kami mandiri dan mampu beradaptasi dengan masyarakat," tambahnya.

Pengalaman Bapak Putra Pratama menunjukkan bahwa baik sekolah khusus maupun sekolah umum memiliki peran penting dalam perkembangan anak difabel. Sekolah khusus memberikan perhatian lebih pada kebutuhan spesifik, sementara sekolah umum memberi kesempatan untuk berinteraksi lebih luas. Yang terpenting adalah memastikan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan anak agar mereka bisa tumbuh menjadi pribadi yang mandiri dan percaya diri. Orang tua harus terus memilih pendidikan terbaik agar anak-anak difabel mendapatkan kesempatan yang setara untuk meraih potensi mereka.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....