Makna Doa Rosario dalam Membangun Toleransi dan Kedamaian

  • 06 Nov 2025 06:26 WIB
  •  Bovendigoel

KBRN, Boven Digoel: Doa Rosario, yang merupakan bagian penting dalam tradisi Katolik, tidak hanya berfungsi untuk mendekatkan umat kepada Tuhan, tetapi juga sebagai sarana untuk menumbuhkan sikap damai dan toleransi di lingkungan sekolah dan masyarakat. Dalam siaran Moderasi Beragama Pro Satu RRI Boven Digoel, berbagai pandangan disampaikan oleh guru, ketua lingkungan, dan pelajar mengenai makna doa Rosario dalam kehidupan mereka.

Wilfridus Ndewa, S.Pd, Guru Pendidikan Agama Katolik di SD YPPK St. Fransiskus Xaverius, mengungkapkan bahwa doa Rosario mengajarkan siswa untuk hidup dalam damai, menghargai perbedaan, dan mengampuni sesama. "Doa ini bukan hanya berbicara kepada Tuhan, tetapi juga tentang bagaimana kita mengembangkan sikap kasih, kesabaran, dan pengampunan dalam kehidupan sehari-hari," katanya.

Wilfridus juga menjelaskan bahwa dalam tradisi Katolik, terdapat dua bulan yang sangat dihormati dalam setahun, yaitu bulan Mei, yang dikenal sebagai Bulan Maria, dan bulan Oktober yang merupakan Bulan Rosario. Di kedua bulan ini, umat Katolik diundang untuk memperdalam devosi mereka kepada Bunda Maria melalui doa Rosario, serta merenungkan misteri-misteri kehidupan Yesus Kristus.

"Doa Rosario adalah sarana umat untuk mendalami kehidupan Kristus dan teladan Bunda Maria, di mana kita diajak untuk merenungkan bagaimana cara hidup yang penuh kasih, kesabaran, dan pengampunan," lanjut Wilfridus.

Prodensia Bapa, Ketua Lingkungan Santo Petrus, juga berbagi pandangannya mengenai makna doa Rosario dalam membangun kedamaian dan toleransi. "Melalui doa Rosario, umat di lingkungan ini merenungkan kisah hidup Yesus Kristus dan teladan Bunda Maria, yang mengajarkan kasih, kerendahan hati, dan kesetiaan. Berkumpul bersama untuk merenungkan misteri-misteri Injil, umat diajak untuk menginternalisasi kedamaian dan belas kasih, menjaga agar kebencian dan perpecahan tidak merusak hubungan kita dengan sesama," ujar Prodensia.

Menurutnya, bulan Rosario adalah waktu yang tepat untuk memperbarui devosi kepada Bunda Maria, yang mengajarkan pentingnya kesabaran, kerendahan hati, dan kasih. "Dengan setiap misteri yang kita renungkan, kita diingatkan untuk hidup lebih dekat dengan Tuhan dan lebih menghargai sesama, baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat," tambahnya.

Maria Olong, seorang siswi SMP YPPK St. Fransiskus Xaverius, juga memberikan pandangannya mengenai makna doa Rosario. "Bulan Rosario ini adalah waktu yang tepat bagi kami untuk berkumpul bersama, mendevosi kepada Bunda Maria. Doa Rosario membantu kami mewujudkan doa-doa pribadi dan membina iman masing-masing. Kami meneladani Bunda Maria yang mengajarkan kesabaran, kerendahan hati, dan kasih melalui setiap misteri yang kami renungkan," ungkap Maria.

Doa Rosario bukan sekadar sebuah ritual keagamaan, tetapi juga sarana yang efektif dalam membangun sikap damai, toleransi, dan pengampunan dalam kehidupan sehari-hari. Baik di lingkungan sekolah maupun di masyarakat, doa Rosario menjadi alat untuk mengajarkan umat Katolik untuk hidup dalam kasih, menghargai perbedaan, dan menjaga kedamaian, baik dalam diri mereka sendiri maupun dengan sesama.

Melalui doa Rosario, umat diajak untuk memperdalam devosi mereka kepada Tuhan dan meneladani sifat-sifat mulia yang diajarkan oleh Bunda Maria, seperti kesabaran, kerendahan hati, dan kasih tanpa syarat. Dengan cara ini, doa Rosario berperan dalam menciptakan masyarakat yang lebih harmonis dan penuh toleransi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....