Pencegahan Stunting di Boven Digoel Butuh Kolaborasi Bersama

  • 17 Sep 2025 12:12 WIB
  •  Bovendigoel

KBRN,Boven Digoel: Upaya menekan angka prevalensi stunting di Kabupaten Boven Digoel tidak bisa hanya mengandalkan sektor kesehatan. Dibutuhkan kolaborasi lintas sektor, termasuk peran aktif masyarakat, agar target penurunan stunting dapat tercapai.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Boven Digoel, Maria Lepong, menegaskan bahwa peran bidang kesehatan hanya berkontribusi sekitar 30 persen dalam pembangunan sumber daya manusia, khususnya dalam penurunan angka stunting. Sementara 70 persen sisanya sangat bergantung pada keterlibatan masyarakat serta lintas sektor lainnya.

“Bila bicara menurunkan stunting, Dinas Kesehatan hanya menyumbang 30 persen, sementara 70 persen menjadi tanggung jawab lintas sektor lainnya, termasuk masyarakat,” ujar Maria Lepong, Rabu (17/9/2025).

Maria menjelaskan, kunci utama dalam upaya menurunkan stunting bukan hanya dilimpahkan kepada tenaga kesehatan, melainkan menjadi tanggung jawab bersama, terutama di kampung maupun distrik yang terdampak kasus stunting.

Menurutnya, agar program kesehatan berjalan optimal, kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah mutlak dibutuhkan. Hal ini juga sejalan dengan upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, menurunkan angka kematian, serta menyiapkan generasi penerus bangsa yang lebih berkualitas.

“Program kesehatan agar berjalan lancar tentu membutuhkan kolaborasi dan dukungan semua pihak, baik masyarakat maupun pemerintah, khususnya dalam penanganan stunting,” tegasnya.

Dengan adanya kolaborasi yang lebih kuat, Dinas Kesehatan berharap pemberdayaan sumber daya manusia di Boven Digoel dapat semakin ditingkatkan, sehingga terwujud generasi sehat dan berkualitas di masa depan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....