Peran Remaja Dalam Pencegahan Stunting

  • 15 Feb 2025 14:40 WIB
  •  Bovendigoel

KBRN,Boven Digoel : Stunting, masih menjadi isu besar di Indonesia, tak terkecuali juga di Boven Digoel. Sehingga peran serta masyarakat termasuk pemerintah sangat diperlukan guna penanganan penurunan stunting.

Salah satu kelompok yang patut dan tepat disasar agar berperan dalam pencegahan stunting adalah remaja. Remaja merupakan kelompok potensial yang bisa dilibatkan dalam program pencegahan stunting. Hal tersebut di kemukakan Kepala Bidang Ketahanan Dan Kesejahteraan Keluarga Dinas Pengendalian Penduduk Dan Keluarga Berencana Kabupaten Boven Digoel, Katherine Udam saat memberikan sosialisasi tentang pencegahan Stunting di SMP Satu Atap YPPK Santo Fransiskus Xaverius Tanah.

Katherine menjelaskan remaja harus paham akan pentingnya perencanaan keluarga. Hal-hal yang perlu direncakan sebelum masuk jenjang pernikahan, antara lain, ideal usia, matang secara mental, kesiapan secara ekonomi serta sehat secara fisik. Dengan perencanaan keluarga, akan dapat menghindari pernikahan dini/pernikahan usia anak, yang dapat menghasilkan keturunan bayi stunting. Ini sesuai tagline BKKBN, "Berencana Itu Keren".

“Sudah barang tentu para remaja adalah calon orang tua di masa mendatang harus tahu akan masalah stunting. Mereka-mereka itulah yang nantinya mempunyai peran besar dalam mewujudkan generasi-generasi berkualitas dimasa yang akan datang,”Ungkap Udam, Sabtu [15/2/2025].

Dengan pengetahuan yang cukup tentang pentingnya penerapan pola gizi seimbang, pada saat remaja menjadi orang tua maka akan paham apa yang harus dilakukan. Pemenuhan gizi seimbang pada saat kehamilannya juga penting, karena menjamin kesehatan janin yang ada di dalam rahim.

Selain memberikan penyuluhan terkait pencegahan stunting Katherine juga memberikan pemahaman tentang bahaya melakukan perkawinan pada usia dini.

Diutarakannya bahwa anak remaja yang melakukan perkawinan di usia dini dapat memberikan dampak dimasa depan seperti saat akan melanjutkan pendidikan begitupula tubuh mereka akan mudah terserang penyakit ketika berusia di atas 40 tahun.

Sementara itu, kepala sekolah SMP Satu Atap YPPK Santo Fransiskus Xaverius Tanah Merah, Lidia Natalia Yamlean menyampaikan apresiasi positif pada Dinas PPKB yang telah meluangkan waktu untuk memberikan penyuluhan terkait stunting bagi anak-anak muridnya.

“Kami sangat apresiasi karena penyuluhan stunting sangat penting bagi perkembangan tubuh terutama otak anak sebagai generasi penerus bangsa yang harus dipersiapkan sejak dini,”Ungkapnya.

Remaja sebagai generasi penerus bangsa dipersiapkan bukan hanya secara mental saja tetapi juga asupan gizi yang sangat penting untuk mereka punya perkembangan otak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....