ASN Tidak Terima Potongan Penghasilan, Harus Introspeksi Kedisiplinannya
- 24 Feb 2025 19:41 WIB
- Bovendigoel
KBRN, Boven Digoel: Pemerintah Kabupaten Boven Digoel menegaskan, pemotongan besaran Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) bagi ASN yang tidak disiplin harus diterapkan secara tegas. ASN yang merasa keberatan dengan pemotongan TPP, perlu melakukan introspeksi terhadap kedisiplinannya dalam menjalankan tugas.
Hal itu disampaikan Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Boven Digoel, Stenly.
“Jika ada ASN yang tidak terima dengan pemotongan TPP, itu adalah saat yang tepat bagi mereka untuk introspeksi diri. Pemotongan TPP ini dilakukan sebagai bentuk pengingat terhadap kedisiplinan mereka dalam bekerja,” jelas Stenly, di Aula kantor Bupati Boven Digoel, Kamis (20/2/2025).
Stenly menekankan, tujuan utama pemberian TPP adalah untuk meningkatkan kesejahteraan dan kinerja ASN. Karena itu, jika seorang ASN tidak disiplin, atau tidak menunjukkan kinerja yang baik, pemotongan TPP menjadi langkah yang adil dan sesuai dengan aturan yang berlaku.
“TPP adalah untuk mendorong ASN bekerja lebih baik dan lebih produktif. Jika seorang ASN tidak disiplin, maka sudah selayaknya ada pemotongan TPP. Besaran TPP yang diterima ASN sudah jelas diatur dalam Peraturan Bupati,” tambahnya.
Menurut Stenly, bila TPP dibayarkan secara sama rata tanpa ada pembedaan antara ASN yang rajin dan malas, hal itu akan menciptakan ketidakadilan. Karena itu, Stenly mengimbau agar setiap kepala OPD tidak ragu untuk menerapkan pemotongan TPP, sesuai dengan disiplin dan kinerja ASN yang bersangkutan.
“Jangan ragu untuk menerapkan pemotongan TPP jika ada ASN yang tidak menunjukkan kedisiplinan. Hal ini penting untuk memastikan bahwa TPP benar-benar mendorong kinerja pegawai dan tidak disalahgunakan,” tegas Stenly.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....