Bukan Hanya Ramadan, Puasa ternyata Sudah Ada sejak Umat Terdahulu

  • 20 Feb 2026 08:58 WIB
  •  Bovendigoel

RRI.CO.ID, Boven Digoel - Banyak orang mengira puasa hanya identik dengan Ramadan dan umat Islam. Padahal, praktik menahan diri dari makan dan minum sudah dikenal jauh sebelum Islam hadir. Dalam berbagai peradaban kuno, puasa dilakukan sebagai bentuk pengendalian diri, pembersihan jiwa, bahkan sebagai cara mendekatkan diri kepada Tuhan. Artinya, puasa bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan bagian dari perjalanan panjang sejarah manusia.

Dalam ajaran Islam sendiri dijelaskan bahwa puasa juga diwajibkan kepada umat-umat sebelum Nabi Muhammad SAW. Hal ini menunjukkan bahwa nilai utama puasa bersifat menyeluruh. Intinya bukan hanya menahan lapar, tetapi melatih kesabaran, disiplin dan kepekaan sosial. Puasa menjadi sarana untuk meredam hawa nafsu dan menata ulang niat hidup.

Jika melihat sejarah agama lain, praktik serupa juga ditemukan, misalnya sebagian umat Hindu mengenal Upavasa, yaitu puasa pada hari-hari tertentu untuk tujuan spiritual. Sementara dalam Kekristenan, masa Prapaskah dikenal sebagai periode pengendalian diri sebelum Paskah. Walaupun tata caranya berbeda, semangatnya tetap sama, yaitu refleksi dan penguatan iman.

Di kalangan masyarakat Yahudi, puasa juga dilakukan pada hari-hari penting sebagai bentuk pertobatan dan doa. Bahkan dalam peradaban Yunani kuno, puasa pernah dianggap sebagai cara menjernihkan pikiran sebelum mengambil keputusan besar. Ini membuktikan bahwa puasa bukan praktik yang berdiri sendiri dalam satu budaya saja, melainkan bagian dari kebutuhan batin manusia.

Dari sini kita bisa melihat bahwa puasa bukan sekadar ritual tahunan, melainkan latihan batin yang sudah diwariskan sejak dulu. Bentuknya boleh berbeda, aturannya bisa jadi tidak sama, tetapi tujuannya tetap serupa, yaitu mengendalikan diri dan mendekatkan diri pada nilai-nilai kebaikan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....