Perbedaan Waktu Puasa di Setiap Negara
- 20 Feb 2026 08:24 WIB
- Bovendigoel
RRI.CO.ID, Boven Digoel - Banyak orang mengira waktu puasa di seluruh dunia itu sama. Padahal, durasi puasa bisa sangat berbeda tergantung letak geografis suatu negara. Ramadan mengikuti peredaran bulan, sementara panjang siang dan malam ditentukan oleh posisi matahari. Kombinasi inilah yang membuat pengalaman berpuasa di setiap negara terasa unik dan tidak selalu sama dari tahun ke tahun.
Di negara yang berada dekat garis khatulistiwa seperti Indonesia, durasi puasa cenderung stabil, rata-rata sekitar 12 hingga 13 jam. Perubahan panjang siang dan malam tidak terlalu ekstrem sepanjang tahun. Karena itu, masyarakat Indonesia relatif terbiasa dengan waktu puasa yang tidak jauh berbeda setiap Ramadan datang.
Berbeda dengan negara-negara di wilayah Eropa Utara seperti Norwegia atau Swedia. Saat Ramadan jatuh pada musim panas, waktu siang bisa berlangsung sangat lama, bahkan lebih dari 18 jam. Matahari terbenam lebih larut, sehingga waktu berbuka pun menjadi lebih malam. Kondisi ini tentu menuntut fisik dan mental yang lebih kuat.
Sebaliknya, ketika Ramadan bertepatan dengan musim dingin di negara empat musim seperti Kanada, durasi puasa justru bisa lebih singkat, sekitar 8 hingga 10 jam saja. Matahari terbit lebih siang dan terbenam lebih cepat. Perubahan ini menunjukkan bahwa pengalaman berpuasa sangat dipengaruhi oleh pergerakan bumi terhadap matahari.
Dari perbedaan tersebut, kita bisa melihat bahwa puasa bukan sekadar soal menahan lapar dan dahaga dalam hitungan jam. Ada pelajaran tentang adaptasi, kesabaran dan rasa syukur di baliknya. Apa pun durasinya, esensi Ramadan tetap sama, yaitu melatih pengendalian diri dan memperkuat keimanan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....