Tradisi Unik Ramadan di Berbagai Belahan Dunia

  • 20 Feb 2026 08:04 WIB
  •  Bovendigoel

RRI.CO.ID. Boven Digoel - Ramadan tidak hanya identik dengan puasa dan ibadah, tetapi juga dengan ragam tradisi yang tumbuh di setiap negara. Menariknya, banyak kebiasaan ini tidak selalu dikenal luas karena sering kalah populer dari tradisi yang sudah mainstream. Padahal, di balik suasana sahur dan berbuka, ada cerita-cerita unik yang membuat Ramadan terasa lebih hidup dan berwarna di berbagai penjuru dunia.

Di beberapa wilayah Turki misalnya, masih ada tradisi penabuh drum keliling yang disebut “davul.” Mereka berjalan menyusuri gang-gang kecil untuk membangunkan warga sahur. Tradisi ini sudah ada sejak masa Kesultanan Utsmaniyah dan masih dipertahankan hingga sekarang. Menariknya, para penabuh drum biasanya mengenakan pakaian tradisional lengkap, sehingga suasana sahur terasa seperti kembali ke masa lampau.

Berbeda lagi dengan suasana di Maroko. Di sana, ada sosok yang dikenal sebagai “Nafar,” yaitu petugas khusus yang membangunkan warga untuk sahur dengan meniup terompet panjang. Ia biasanya berkeliling menjelang subuh sambil melantunkan doa. Tradisi ini tidak hanya berfungsi sebagai pengingat waktu, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan dan kedekatan antarwarga.

Sementara itu, di India, Ramadan sering diwarnai dengan pasar malam dadakan yang menjual aneka makanan khas berbuka. Salah satu yang cukup unik adalah kebiasaan berburu hidangan tradisional tertentu yang hanya muncul saat Ramadan. Pasar-pasar ini tidak sekadar tempat belanja, tetapi juga ruang bertemu, berbincang dan menikmati suasana malam yang lebih ramai dari biasanya.

Indonesia juga memiliki beragam tradisi Ramadan, ada yang disebut tradisi “meugang” yang berasal dari Aceh, yaitu memasak daging bersama keluarga menjelang Ramadan. Di beberapa daerah Jawa, masyarakat mengadakan “dugderan” atau pawai budaya sebagai tanda datangnya bulan suci. Selain itu, kebiasaan membangunkan sahur dengan kentongan atau ronda keliling masih sering ditemui di perkampungan. Semua tradisi tersebut menunjukkan bahwa Ramadan di Indonesia bukan hanya tentang ibadah, tetapi juga tentang menjaga kebersamaan dan mempererat hubungan sosial.

Melihat berbagai tradisi tersebut, kita bisa memahami bahwa Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga. Di setiap negara, bulan suci ini dirayakan dengan cara yang khas, sederhana dan penuh makna.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....