Taukah Anda Istilah "Ngabuburit" Berasal dari Bahasa Sunda, Simak Penjelasannya

  • 09 Mar 2025 11:53 WIB
  •  Bovendigoel

KBRN, Boven Digoel: Setiap bulan Ramadan, umat Muslim menjalankan ibadah puasa dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Salah satu tradisi khas yang selalu dinantikan adalah ngabuburit, yaitu kegiatan menunggu waktu berbuka puasa. Istilah "ngabuburit" berasal dari bahasa Sunda, yang secara harfiah berarti "menghabiskan waktu sore menjelang Maghrib." Tradisi ini telah berkembang dan menjadi bagian dari budaya Ramadan di berbagai daerah di Indonesia.

Awalnya, ngabuburit hanya dikenal di kalangan masyarakat Sunda. Namun, seiring waktu, istilah ini semakin populer dan digunakan di berbagai daerah dengan makna yang sama. Ngabuburit bukan hanya sekadar mengisi waktu luang, tetapi juga menjadi momen untuk bersosialisasi, berbagi kebahagiaan, dan meningkatkan nilai ibadah.

Kegiatan ngabuburit sangat bervariasi tergantung pada kebiasaan dan budaya setiap daerah. Beberapa aktivitas populer saat ngabuburit antara lain:

  1. Berburu Takjil – Banyak orang memanfaatkan waktu ngabuburit untuk mencari makanan berbuka, baik di pasar Ramadan maupun pedagang kaki lima yang menjual aneka makanan khas.
  2. Jalan-jalan Sore – Berjalan-jalan santai di taman atau sekitar lingkungan menjadi pilihan bagi mereka yang ingin menikmati udara segar sambil menunggu waktu berbuka.
  3. Bermain dan Berkumpul – Anak-anak biasanya menghabiskan waktu dengan bermain permainan tradisional atau berkumpul bersama teman-teman.
  4. Kegiatan Keagamaan – Sebagian orang memilih untuk mengisi ngabuburit dengan kegiatan seperti membaca Al-Qur'an, mengikuti kajian agama, atau berzikir.
  5. Berbagi dengan Sesama – Kegiatan sosial seperti membagikan takjil gratis kepada mereka yang membutuhkan juga menjadi bagian dari tradisi ngabuburit.
google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....