Tiki-Taka Tetap Jadi Andalan Spanyol di Piala Dunia

  • 11 Jul 2026 07:53 WIB
  •  Bovendigoel

RRI.CO.ID, Boven Digoel - Keberhasilan Tim Nasional Spanyol melaju ke babak perempat final disambut antusias oleh para pendukungnya, termasuk komunitas fans Spanyol di Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan. Mereka optimistis Spanyol mampu melangkah hingga menjadi juara dengan tetap mempertahankan ciri khas permainan tiki-taka.

Salah seorang pendukung Timnas Spanyol di Boven Digoel, Agustinus Gaur, mengatakan mimpi besar para penggemar adalah melihat Spanyol kembali mengangkat trofi Piala Dunia dan meraih bintang kedua.

"Mimpi kami tentu Spanyol bisa mendapatkan bintang kedua. Dari permainan yang ditampilkan sejauh ini, mereka sudah menunjukkan kualitas yang luar biasa, terutama dalam penguasaan bola dan kekompakan tim," kata Agustinus.

Menurutnya, performa Spanyol sepanjang turnamen menunjukkan kualitas yang sangat baik. Kekompakan antarlini, mulai dari sektor pertahanan, lini tengah, hingga sisi kanan dan kiri menjadi modal utama tim. Ia menilai penguasaan bola yang diperagakan Spanyol sudah menunjukkan kualitas yang hampir sempurna.

Agustinus juga menilai pelatih Luis de la Fuente berhasil mempertahankan filosofi permainan Spanyol yang mengandalkan penguasaan bola melalui pola tiki-taka, sekaligus mengambil pelajaran dari keberhasilan menjuarai Euro 2024. Menurutnya, identitas permainan tersebut harus terus dipertahankan untuk mewujudkan target meraih gelar juara dunia.

"Spanyol memang identik dengan tiki-taka. Dari lini belakang, tengah, sampai depan mereka bermain kompak. Itu yang menjadi kekuatan utama mereka dibanding tim lain," ujarnya.

Ia menjelaskan, pada fase grup Spanyol sempat menghadapi lawan yang memberikan kejutan dengan permainan disiplin dan pertahanan yang solid. Namun memasuki babak gugur, kualitas permainan Spanyol semakin terlihat, terutama dari koordinasi antarlini yang semakin kompak serta kemampuan mengendalikan jalannya pertandingan melalui penguasaan bola.

Agustinus menilai kekuatan utama Spanyol terletak pada kerja sama tim dan akurasi umpan-umpan pendek yang menjadi ciri khas tiki-taka. Gaya bermain tersebut, menurutnya, menjadi pembeda dibandingkan tim-tim kuat lain seperti Argentina maupun Brasil yang lebih mengandalkan serangan langsung dan kemampuan individu pemain.

"Kalau dibandingkan dengan Argentina atau Brasil, Spanyol punya kelebihan dalam passing dan penguasaan bola. Selama tetap mempertahankan tiki-taka, saya optimistis Spanyol bisa melangkah lebih jauh," tuturnya.

Selain itu, ia menilai skuad Spanyol saat ini diperkuat banyak pemain muda yang memiliki kondisi fisik prima sehingga mampu menjaga intensitas permainan sepanjang pertandingan.

Dengan keberhasilan melaju ke babak perempat final, Agustinus berharap Spanyol tetap konsisten memainkan sepak bola tiki-taka sebagai identitas tim. Ia optimistis filosofi permainan tersebut akan menjadi kunci bagi Spanyol untuk melangkah lebih jauh dan mewujudkan impian meraih bintang kedua di Piala Dunia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....