Kenapa Minuman Dingin Terasa Lebih Nikmat saat Panas?

  • 29 Sep 2026 14:26 WIB
  •  Bovendigoel

RRI.CO.ID, Boven Digoel - Saat cuaca sedang panas, segelas air dingin, es teh, atau minuman dengan tambahan es batu sering terasa jauh lebih menyegarkan. Bahkan, minuman yang biasa saja bisa terasa lebih nikmat ketika tubuh sedang kepanasan. Lantas, mengapa minuman dingin terasa lebih enak saat suhu udara meningkat?

Salah satu alasannya berkaitan dengan mekanisme pengaturan suhu tubuh. Ketika lingkungan panas, tubuh berusaha mempertahankan suhu internal agar tetap berada dalam kisaran normal. Salah satu cara utama yang dilakukan tubuh adalah mengeluarkan keringat. Ketika keringat menguap dari permukaan kulit, panas tubuh ikut dilepaskan sehingga tubuh menjadi lebih sejuk.

Menurut Kementerian Kesehatan RI, berkeringat merupakan salah satu mekanisme alami tubuh untuk mengatur suhu. Dalam kondisi panas atau ketika melakukan aktivitas fisik, kebutuhan cairan juga dapat meningkat karena sebagian cairan tubuh keluar melalui keringat. Karena itu, mencukupi kebutuhan cairan penting untuk membantu mencegah dehidrasi.

Ketika tubuh terasa panas, minuman dingin memberikan sensasi sejuk pada mulut dan tenggorokan. Reseptor suhu yang terdapat pada tubuh dapat mendeteksi perubahan temperatur tersebut. Sensasi dingin kemudian diterjemahkan oleh otak sebagai rasa menyegarkan.

Penelitian mengenai sensasi dingin pada mulut juga menunjukkan bahwa temperatur dapat memengaruhi persepsi terhadap makanan dan minuman. Suhu tidak hanya menentukan apakah sesuatu terasa panas atau dingin, tetapi juga dapat memengaruhi bagaimana seseorang merasakan sensasi keseluruhan ketika mengonsumsi sesuatu.

Selain memberikan sensasi dingin, minuman juga membantu menggantikan cairan yang hilang. Mayo Clinic menjelaskan bahwa air merupakan pilihan utama untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi. Ketika tubuh kehilangan lebih banyak cairan melalui keringat, kebutuhan untuk mengganti cairan tersebut menjadi semakin penting.

Namun, rasa segar setelah minum minuman dingin tidak selalu berarti tubuh membutuhkan minuman yang sangat dingin. Yang paling penting adalah jumlah cairan yang dikonsumsi dan kondisi tubuh. Air dengan suhu normal pun tetap efektif membantu memenuhi kebutuhan cairan.

Ada pula anggapan bahwa minum air es dapat menyebabkan tubuh mengalami masalah kesehatan tertentu. Pada sebagian orang, minuman yang sangat dingin memang dapat menimbulkan rasa tidak nyaman sementara, misalnya pada gigi yang sensitif atau tenggorokan tertentu. Namun, tidak berarti minuman dingin secara umum berbahaya bagi semua orang.

Hal yang justru perlu diperhatikan adalah jenis minumannya. Sensasi dingin terkadang membuat minuman manis terasa semakin mudah diminum dalam jumlah banyak. Padahal, minuman yang tinggi gula jika terlalu sering dikonsumsi dapat meningkatkan asupan gula harian. Kementerian Kesehatan RI menganjurkan masyarakat membatasi konsumsi gula sebagai bagian dari pola makan sehat.

Karena itu, ketika cuaca panas, air putih dingin dapat menjadi pilihan sederhana untuk mendapatkan sensasi menyegarkan sekaligus membantu memenuhi kebutuhan cairan. Jika memilih teh, kopi, jus, atau minuman lainnya, kandungan gula juga sebaiknya diperhatikan.

Jadi, alasan minuman dingin terasa lebih nikmat saat panas bukan semata-mata karena rasanya berubah. Perbedaan suhu memberikan sensasi sejuk pada tubuh dan mulut, sementara kebutuhan cairan yang meningkat membuat aktivitas minum terasa semakin memuaskan.

Pada akhirnya, yang paling penting bukan seberapa dingin minuman tersebut, melainkan memastikan tubuh mendapatkan cairan yang cukup. Saat cuaca panas, minum secara teratur dan memilih minuman yang lebih rendah gula dapat membantu menjaga tubuh tetap terhidrasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....