Awal Mula Kemunculan Hidangan Penutup

  • 25 Apr 2025 08:06 WIB
  •  Bovendigoel

KBRN, Boven Digoel: Menghadiri jamuan makan rasanya kurang lengkap tanpa menikmati hidangan penutup atau dessert manis. Makanan penutup kini menjadi bagian yang tak terpisahkan dari budaya makan, baik dalam suasana santai maupun resmi. Namun tahukah anda, tradisi menyajikan makanan manis di akhir hidangan ini ternyata memiliki sejarah yang cukup Panjang.

Dilansir dari laman @historia.id, istilah "dessert" berasal dari bahasa prancis "desservir" yang berarti ‘membersihkan meja’. Sebelum abad ke-17, meja dalam jamuan makan tidak secara khusus dibersihkan untuk menyajikan makanan manis. Pada masa itu, semua makanan dari hidangan pembuka hingga akhir diletakkan di meja secara bersamaan. Namun, mulai abad ke-17, muncul kebiasaan menyajikan makanan penutup secara terpisah di akhir jamuan makan. Makanan manis tersebut kemudian mulai disebut sebagai “dessert”.

Pada masa itu, hidangan penutup tidak selalu dimaksudkan untuk dimakan. Karena gula merupakan bahan langka dan mahal yang hanya bisa dibeli oleh kalangan bangsawan dan orang kaya. Gula sering digunakan untuk membuat pahatan dekoratif yang indah dan mewah bukan untuk dikonsumsi, melainkan untuk dikagumi.

Kemewahan itu berubah setelah meledaknya revolusi perancis. Kebiasaan makan yang boros dan penuh pamer mulai ditinggalkan. Hidangan prasmanan yang megah digantikan oleh sistem penyajian berurutan (service à la russe), di mana setiap hidangan disajikan satu per satu. Sistem ini kemudian menjadi dasar dari tata cara makan formal yang kita kenal hingga sekarang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....