Unik! Nama Clorot Ternyata Berasal dari Cara Makannya
- 10 Apr 2025 19:11 WIB
- Bovendigoel
KBRN,Boven Digoel: Kue clorot atau cerorot mungkin bukan nama yang asing bagi pecinta jajanan tradisional. Kue yang terbuat dari campuran tepung beras, gula merah, dan santan ini dibungkus dengan janur (daun kelapa muda) yang dililit membentuk kerucut. Dilansir dari loovood.com selain rasanya yang manis dan gurih, kue clorot juga memiliki cara makan yang tak biasa dan inilah yang menjadi asal usul namanya.
Nama “clorot” ternyata berasal dari cara menikmati kue ini. Berbeda dengan kue pada umumnya yang langsung digigit atau di sendok, kue clorot dinikmati dengan menekan bagian bawah bungkus janur nya. Saat bagian bawah ditekan ke atas, isi kue perlahan “melorot” keluar dari lilitan janur. Proses inilah yang disebut “clorot” oleh masyarakat Jawa, yang berarti meluncur atau melorot keluar.
| Baca juga: Eksotisme Ulat Sagu yang Mulai Dilirik Dunia |
Keunikan ini membuat pengalaman menikmati kue clorot menjadi lebih interaktif dan menyenangkan, terutama bagi anak-anak. Tidak sedikit yang menyebut, sensasi membuka dan menekan kue clorot menjadi bagian paling menarik sebelum akhirnya merasakan kelembutan dan manis gurih kue di dalamnya.
Secara tekstur, kue clorot sekilas mirip dodol kenyal, lembut, dan sedikit lengket. Namun, rasa dan aromanya khas karena kombinasi gula merah dan santan yang meresap dalam adonan, serta aroma janur yang memberikan sentuhan alami. Lilitan bungkus janur yang disebut klongkongan dibuat dengan bentuk melingkar, memanjang, dan rapi butuh keterampilan tersendiri dalam membungkusnya.
Proses pembuatan kue clorot dimulai dari membuat adonan cair, lalu menuangkannya ke dalam janur yang sudah dibentuk, kemudian dikukus hingga matang. Meski tampak sederhana, kue ini menyimpan nilai budaya dan kearifan lokal yang tinggi.
Kue clorot umumnya ditemukan di pasar tradisional, khususnya di daerah Jawa Tengah, Yogyakarta, dan sebagian Jawa Timur. Namun kini, kue ini mulai jarang ditemukan, tergeser oleh camilan modern. Meski demikian, kelezatan dan keunikannya tetap membuatnya dicari, terutama saat hajatan, pasar rakyat, atau festival kuliner tradisional.
Bagi yang belum pernah mencicipinya, mencoba kue clorot bukan hanya soal rasa, tapi juga soal pengalaman dari membuka janur, menekan isinya, hingga menikmati kenyal-manisnya. Dari cara makannya itulah, lahir nama yang unik: clorot.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....