Penyakit yang Sering Muncul saat Musim Kemarau dan Cara Menjaga Kesehatan
- 20 Sep 2026 17:35 WIB
- Bovendigoel
Saat musim kemarau, cuaca yang panas dan udara yang lebih kering dapat meningkatkan risiko munculnya sejumlah gangguan kesehatan. Debu juga lebih mudah beterbangan, sementara ketersediaan air bersih di beberapa wilayah dapat berkurang.
Berikut beberapa penyakit atau gangguan kesehatan yang perlu diwaspadai saat musim kemarau:
- ISPA
Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dapat dipicu atau diperburuk oleh paparan debu dan kualitas udara yang kurang baik. Gejalanya antara lain batuk, pilek, sakit tenggorokan, dan demam.
- Influenza dan Batuk Pilek
Influenza dan batuk pilek dapat menular melalui percikan saat seseorang batuk atau bersin. Menjaga kebersihan tangan dan menghindari kontak dekat dengan orang yang sedang sakit dapat membantu mengurangi risiko penularan.
- Asma dan Alergi
Debu dan serbuk sari dapat memicu reaksi alergi atau memperburuk gejala asma pada sebagian orang. Penggunaan masker saat berada di lingkungan berdebu dapat membantu mengurangi paparan.
- Diare
Keterbatasan air bersih dapat meningkatkan risiko kontaminasi makanan dan minuman. Karena itu, kebersihan tangan, makanan, dan air minum perlu diperhatikan.
- Mata Merah atau Konjungtivitis
Udara yang kering dan banyak debu dapat menyebabkan mata mengalami iritasi, kemerahan, gatal, atau berair.
- Gangguan Kulit
Cuaca panas dan udara kering dapat menyebabkan kulit menjadi kering, iritasi, atau mengalami masalah kulit lainnya. Menjaga kebersihan tubuh dan menggunakan pelembap dapat membantu menjaga kondisi kulit.
- Demam Berdarah Dengue (DBD)
DBD tetap dapat terjadi pada musim kemarau. Wadah atau tempat penampungan air yang tidak dikelola dengan baik dapat menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes. Karena itu, pemberantasan sarang nyamuk tetap penting dilakukan.
- Dehidrasi dan Gangguan Akibat Panas
Paparan cuaca panas dapat menyebabkan tubuh kehilangan banyak cairan. Kondisi ini dapat menimbulkan dehidrasi, kram akibat panas, kelelahan akibat panas, hingga sengatan panas (heatstroke).
Cara Menjaga Kesehatan Saat Musim Kemarau
Agar tubuh tetap sehat dan terhindar dari berbagai gangguan kesehatan selama musim kemarau, beberapa langkah berikut dapat dilakukan:
Perbanyak minum air putih, terutama saat cuaca panas atau ketika banyak berkeringat.
Konsumsi makanan bergizi, seperti sayur, buah, protein, dan makanan yang mengandung cukup air.
Gunakan masker ketika berada di tempat yang banyak debu atau memiliki kualitas udara kurang baik.
Lindungi kulit dari sinar matahari dengan menggunakan tabir surya dan pakaian yang dapat melindungi kulit.
Hindari terlalu lama berada di bawah terik matahari, terutama pada siang hari.
Jaga kebersihan tangan, makanan, dan air minum untuk mengurangi risiko penyakit infeksi dan diare.
Berantas tempat berkembang biak nyamuk dengan menguras dan menutup tempat penampungan air serta mengelola barang bekas yang dapat menampung air.
Cukupi waktu tidur dan istirahat agar tubuh tetap bugar.
Jaga kebersihan tubuh dan gunakan pelembap jika kulit terasa kering.
Tetap berolahraga, tetapi pilih waktu ketika cuaca lebih sejuk dan hindari memaksakan diri saat suhu sangat panas.
Waspadai Gejala Akibat Cuaca Panas
Jika mengalami pusing berat, lemas, mual, kebingungan, atau tubuh terasa sangat panas setelah terpapar cuaca panas, segera pindah ke tempat yang lebih sejuk. Jika masih sadar dan mampu menelan, berikan minum, serta segera cari pertolongan medis apabila kondisi tidak membaik atau muncul tanda-tanda serius.
Menjaga kesehatan selama musim kemarau tidak hanya dilakukan ketika tubuh sudah mengalami keluhan. Kebiasaan sederhana seperti cukup minum, menjaga kebersihan, melindungi diri dari panas dan debu, serta menjaga lingkungan dapat membantu mengurangi risiko berbagai penyakit.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....