Kenapa Hati Lebih Tenang setelah Menyelesaikan Pekerjaan?

  • 17 Sep 2026 22:01 WIB
  •  Bovendigoel

RRI.CO.ID, Boven Digoel: Ada rasa lega yang sulit dijelaskan ketika pekerjaan yang sejak pagi memenuhi pikiran akhirnya selesai. Tugas yang semula terasa berat perlahan menghilang dari daftar kewajiban. Setelah itu, tubuh terasa lebih santai dan pikiran menjadi lebih tenang. Mengapa menyelesaikan pekerjaan bisa memberikan perasaan seperti itu?

Salah satu alasannya adalah karena ketidakpastian dan beban mental berkurang. Ketika sebuah pekerjaan belum selesai, otak masih perlu menyimpan informasi mengenai tugas tersebut dan mengingat bahwa ada sesuatu yang harus dilakukan. Kondisi ini dapat membuat pekerjaan tetap "hadir" dalam pikiran meskipun seseorang sedang melakukan aktivitas lain.

Penelitian psikologi mengenai Zeigarnik effect menunjukkan bahwa tugas yang belum selesai dapat lebih mudah dipertahankan dalam ingatan dibandingkan tugas yang sudah diselesaikan. Temuan ini membantu menjelaskan mengapa pekerjaan yang belum tuntas terkadang terus muncul dalam pikiran. Ketika pekerjaan akhirnya selesai, kebutuhan untuk terus memikirkannya pun dapat berkurang.

Selain itu, menyelesaikan pekerjaan memberikan rasa pencapaian. Otak mendapatkan informasi bahwa sebuah tujuan telah berhasil dicapai. Penelitian mengenai sistem penghargaan otak menunjukkan bahwa pencapaian tujuan dapat berkaitan dengan aktivitas pada sistem saraf yang berhubungan dengan motivasi dan penghargaan.

Perasaan lega juga berkaitan dengan berkurangnya stres akibat tuntutan yang belum selesai. Menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, stres dapat muncul ketika seseorang menghadapi tuntutan atau tekanan yang dirasakan melebihi kemampuan untuk mengatasinya. Karena itu, menyelesaikan tugas yang sebelumnya menjadi sumber tekanan dapat membuat seseorang merasakan penurunan beban psikologis.

Hal yang menarik, rasa tenang tidak selalu muncul karena pekerjaannya sulit atau mudah. Terkadang pekerjaan sederhana yang tertunda selama berhari-hari justru dapat terasa sangat membebani. Ketika akhirnya selesai, muncul kepuasan karena satu hal yang selama ini mengganggu perhatian sudah tidak perlu dipikirkan lagi.

Daftar pekerjaan yang panjang juga dapat membuat pikiran terasa penuh. Setiap tugas yang belum selesai membutuhkan perhatian tertentu. Meskipun kita tidak sedang mengerjakannya, otak tetap dapat mengingat keberadaan tugas tersebut. Karena itu, menyelesaikan satu per satu pekerjaan dapat memberikan sensasi seperti "mengosongkan" ruang dalam pikiran.

Namun, ada perbedaan antara menyelesaikan pekerjaan secara sehat dan merasa harus terus bekerja agar dapat merasa tenang. Jika seseorang merasa sangat gelisah ketika tidak produktif, sulit beristirahat, atau terus memikirkan pekerjaan bahkan ketika waktunya tidur, keseimbangan antara pekerjaan dan istirahat perlu diperhatikan.

Salah satu cara membantu mengurangi beban pikiran adalah membuat daftar tugas yang realistis. Pekerjaan yang besar dapat dipecah menjadi beberapa langkah kecil. Dengan begitu, seseorang dapat melihat kemajuan secara jelas tanpa harus memikirkan seluruh pekerjaan sekaligus.

Memberikan tanda centang pada tugas yang telah selesai mungkin terlihat sederhana, tetapi bagi otak hal tersebut memberikan sinyal bahwa suatu tujuan telah tercapai. Inilah salah satu alasan mengapa menyelesaikan pekerjaan sering diikuti rasa puas dan tenang.

Pada akhirnya, ketenangan setelah menyelesaikan pekerjaan bukan sekadar perasaan biasa. Berkurangnya tugas yang harus dipikirkan, tercapainya tujuan, dan menurunnya ketidakpastian dapat membuat beban mental terasa lebih ringan. Karena itu, terkadang cara terbaik untuk mendapatkan ketenangan bukan dengan terus memikirkan pekerjaan, melainkan menyelesaikannya sedikit demi sedikit lalu memberikan diri sendiri kesempatan untuk beristirahat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....