Kasus Frambusia di Boven Digoel Menurun, Dinkes Tetap Siapkan Skrining Aktif
- 22 Agt 2026 20:53 WIB
- Bovendigoel
RRI.CO.ID, Boven Digoel — Kasus frambusia di Kabupaten Boven Digoel disebut semakin berkurang. Meski demikian, Dinas Kesehatan tetap mendorong penemuan kasus secara aktif untuk memastikan kondisi di masyarakat.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Boven Digoel, Taufik Imansyah Saifat, mengatakan hingga saat ini pihaknya belum menemukan kasus frambusia dalam pemantauan terakhir.
“Untuk kasus-kasus frambusia sampai dengan saat ini masih bisa dikatakan belum ditemukan,” ujarnya, kamis 20 Agustus 2026.
Menurut Taufik, menurunnya kasus frambusia salah satunya berkaitan dengan semakin baiknya personal hygiene masyarakat. Faktor lingkungan dan kondisi sosial ekonomi juga turut berhubungan dengan penyakit tersebut.
Meski belum ditemukan kasus, Dinkes tidak ingin hanya mengandalkan penemuan secara pasif. Pola penemuan aktif akan dikembangkan, dengan petugas turun langsung mencari kemungkinan kasus di masyarakat.
“Kami coba ke depan mengembangkan aktivitas yang bersifat aktif, dalam artian kami turun mencari,” katanya.
Salah satu metode yang akan digunakan adalah pemeriksaan cepat untuk membantu menemukan kasus lebih dini. Taufik menjelaskan, deteksi dini diperlukan karena perkembangan penyakit hingga menunjukkan gejala tertentu membutuhkan waktu.
Dengan penemuan lebih cepat, penanganan dapat segera dilakukan sehingga kasus tidak berkembang menjadi lebih berat. Upaya penanganan frambusia tersebut menjadi bagian dari pelatihan, yang juga mencakup pencegahan dan pengendalian kusta bagi tenaga kesehatan di Kabupaten Boven Digoel.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....