Mengapa Selera Makan Berubah saat Cuaca Panas?

  • 18 Agt 2026 16:49 WIB
  •  Bovendigoel

RRI.CO.ID, Boven Digoel - Saat cuaca panas, sebagian orang merasa lebih cepat haus tetapi justru tidak terlalu berselera makan. Makanan yang biasanya menggugah selera pun terkadang terasa kurang menarik. Kondisi ini sebenarnya dapat terjadi karena tubuh sedang menyesuaikan diri dengan suhu lingkungan.

1. Tubuh Berusaha Menurunkan Suhu

Ketika suhu lingkungan meningkat, tubuh harus bekerja lebih keras untuk mempertahankan suhu normal. Salah satu mekanisme utamanya adalah berkeringat. Proses ini membantu melepaskan panas dari tubuh.

Menurut Mayo Clinic, tubuh menggunakan keringat sebagai salah satu cara untuk mendinginkan diri ketika berada dalam kondisi panas. Proses pengaturan suhu tersebut membutuhkan energi dan cairan.

2. Pencernaan Menghasilkan Panas

Mencerna makanan membutuhkan energi. Proses tersebut menghasilkan panas tubuh, yang dikenal sebagai thermic effect of food. Ketika cuaca sudah panas, tubuh mungkin cenderung mengurangi keinginan untuk mengonsumsi makanan dalam jumlah besar.

Penelitian yang dirangkum dalam National Library of Medicine menunjukkan bahwa paparan panas dapat memengaruhi asupan makanan dan nafsu makan. Salah satu mekanismenya berkaitan dengan perubahan kebutuhan energi dan respons tubuh terhadap panas.

3. Rasa Haus Lebih Dominan

Saat cuaca panas, tubuh kehilangan lebih banyak cairan melalui keringat. Akibatnya, rasa haus dapat menjadi lebih kuat daripada rasa lapar.

Inilah sebabnya seseorang mungkin lebih tertarik mencari air putih, buah yang mengandung banyak air, atau minuman dingin daripada makanan berat. Namun, rasa haus tidak boleh menjadi alasan untuk mengabaikan kebutuhan nutrisi tubuh.

4. Hormon yang Mengatur Nafsu Makan Dapat Berubah

Nafsu makan dipengaruhi oleh berbagai sinyal tubuh, termasuk hormon yang berkaitan dengan rasa lapar dan kenyang. Suhu lingkungan dapat memengaruhi sistem pengaturan tersebut.

Sebuah tinjauan ilmiah yang diterbitkan dalam Appetite membahas hubungan antara paparan panas, keseimbangan energi, dan perubahan asupan makanan. Efeknya dapat berbeda pada setiap orang tergantung intensitas panas, aktivitas, dan kondisi tubuh.

5. Makanan Berat Terasa Kurang Menarik

Ketika suhu udara tinggi, makanan berkuah panas, berminyak, atau dalam porsi besar terkadang terasa kurang menggugah selera. Sebaliknya, makanan yang lebih ringan seperti buah, sayuran, sup dingin, atau makanan dengan kandungan air tinggi dapat terasa lebih menyegarkan.

Namun, bukan berarti tubuh tidak membutuhkan energi. Ketika aktivitas tetap tinggi, kebutuhan kalori dan nutrisi tetap harus dipenuhi.

Tetap Perhatikan Asupan Cairan

Cuaca panas membuat kebutuhan cairan menjadi perhatian penting. Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menyarankan agar seseorang minum lebih banyak cairan ketika bekerja atau beraktivitas dalam kondisi panas untuk membantu mencegah dehidrasi.

Jika selera makan sedang menurun, pilih makanan dalam porsi kecil tetapi lebih sering. Buah, sayuran, telur, ikan, yoghurt, atau makanan bergizi lainnya dapat menjadi pilihan agar kebutuhan nutrisi tetap terpenuhi.

Kapan Perlu Diwaspadai?

Penurunan nafsu makan sesekali ketika cuaca panas biasanya bukan masalah serius. Namun, jika berlangsung lama dan disertai penurunan berat badan, kelemahan, pusing, mual berat, muntah, atau tanda-tanda dehidrasi, sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.

Perubahan selera makan saat cuaca panas merupakan respons yang dapat terjadi ketika tubuh berusaha menjaga suhu dan keseimbangan cairan. Rasa haus yang meningkat, perubahan kebutuhan energi, serta respons tubuh terhadap panas dapat membuat nafsu makan sementara berkurang.

Meski demikian, tetaplah mencukupi cairan dan memilih makanan bergizi agar tubuh tetap mendapatkan energi yang dibutuhkan selama menghadapi cuaca panas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....