Dinkes BVD Perkuat Koordinasi Pencegahan Penyakit Menular dan Tidak Menular

  • 14 Agt 2026 18:38 WIB
  •  Bovendigoel

RRI.CO.ID, Boven Digoel – Dinas Kesehatan Kabupaten Boven Digoel memperkuat koordinasi lintas sektor. Ini dalam upaya mencegah dan mengendalikan penyakit menular maupun penyakit tidak menular di daerah.

Upaya itu dilakukan melalui kegiatan koordinasi, advokasi, dan sosialisasi program penyakit menular dan tidak menular yang berlangsung selama dua hari, 13–14 Agustus 2026, di Gedung Aula Meranti. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Boven Digoel, Taufik Imansyah, mengatakan penyakit menular dan tidak menular masih menjadi persoalan kesehatan masyarakat yang berdampak terhadap angka kesakitan, kematian, produktivitas, serta kualitas hidup masyarakat.

Menurutnya, sejumlah penyakit menular seperti malaria, tuberkulosis, HIV/AIDS, ISPA, diare, hepatitis, demam berdarah dengue, hingga penyakit zoonosis masih membutuhkan perhatian serius. Di sisi lain, penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes melitus, penyakit jantung, kanker, dan obesitas juga menunjukkan pentingnya penguatan upaya pencegahan dan deteksi dini.

“Penyakit menular maupun tidak menular masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat. Karena itu, diperlukan upaya pencegahan dan pengendalian yang dilakukan secara terpadu dan berkelanjutan,” ujar Taufik, Kamis 13 Agustus 2026.

Ia menjelaskan, tantangan pelaksanaan program P2P di Boven Digoel cukup kompleks. Terutama karena kondisi geografis yang luas dan sulit dijangkau, keterbatasan sumber daya kesehatan, pelaporan program yang belum optimal, serta masih perlunya penguatan koordinasi lintas sektor.

Melalui kegiatan tersebut, Dinkes Boven Digoel berharap terbangun pemahaman dan komitmen bersama antara pengelola program kesehatan, fasilitas pelayanan kesehatan, pemerintah distrik, pemerintah kampung, serta sektor terkait.

“Tujuannya meningkatkan koordinasi, sinkronisasi, komunikasi dan komitmen para pemangku kepentingan dalam mendukung pelaksanaan program pencegahan dan pengendalian penyakit menular serta tidak menular,” katanya.

Kegiatan tersebut diikuti sekitar 110 peserta. Agenda berupa pemaparan materi, diskusi dan tanya jawab, identifikasi permasalahan, penyusunan rencana tindak lanjut, serta rekomendasi hasil pertemuan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....