Mana yang Lebih Baik, Jongkok atau Duduk saat Buang Air Besar?

  • 14 Agt 2026 05:54 WIB
  •  Bovendigoel

RRI.CO.ID, Boven Digoel - Memilih toilet jongkok atau duduk ternyata bukan hanya soal kebiasaan dan kenyamanan. Posisi tubuh saat buang air besar juga dapat memengaruhi proses pengeluaran tinja. Karena itu, pertanyaan mengenai mana yang lebih baik antara toilet jongkok dan duduk cukup menarik untuk dibahas.

Secara fisiologis, posisi jongkok memiliki keuntungan dalam membantu proses buang air besar. Saat tubuh berada dalam posisi jongkok, lutut berada lebih tinggi daripada pinggul. Posisi tersebut membuat saluran antara rektum dan anus menjadi lebih lurus sehingga tinja berpotensi keluar dengan lebih mudah.

Hal tersebut juga dijelaskan oleh Cleveland Clinic dalam pembahasannya mengenai posisi buang air besar. Menurut penjelasan mereka, posisi duduk tegak dapat membuat otot puborectalis tetap berada pada posisi yang sedikit menekuk. Ketika lutut dinaikkan dan tubuh sedikit membungkuk ke depan, posisi tersebut lebih menyerupai jongkok dan dapat membantu otot menjadi lebih rileks.

Penelitian yang lebih baru juga memberikan gambaran serupa. Sebuah scoping review yang diterbitkan di BMC Public Health menganalisis 42 penelitian mengenai posisi jongkok dan duduk. Hasilnya menunjukkan bahwa posisi jongkok berpotensi mengurangi tekanan saat buang air besar dan membantu pengosongan usus, terutama pada orang yang mengalami masalah sembelit. Namun, peneliti juga menegaskan bahwa bukti yang ada belum cukup untuk menyatakan bahwa satu posisi selalu lebih baik bagi semua orang.

Lantas, apakah toilet duduk berarti tidak baik? Tidak demikian. Toilet duduk justru dapat menjadi pilihan yang lebih nyaman bagi orang lanjut usia, orang dengan masalah keseimbangan, atau mereka yang mengalami keterbatasan pada lutut dan persendian. Memaksakan posisi jongkok pada orang dengan keterbatasan fisik justru dapat meningkatkan risiko kehilangan keseimbangan atau cedera.

Menariknya, orang yang menggunakan toilet duduk sebenarnya dapat memperoleh manfaat posisi jongkok tanpa harus mengganti toiletnya. Michigan Medicine menyarankan posisi duduk dengan tubuh sedikit condong ke depan dan kaki diletakkan di atas bangku kecil. Cara ini membuat lutut lebih tinggi dari pinggul dan membantu menciptakan posisi yang menyerupai jongkok.

Selain posisi, kebiasaan saat berada di toilet juga penting. Hindari mengejan terlalu kuat dan jangan berlama-lama duduk hanya untuk bermain ponsel. Waktu yang terlalu lama di toilet dapat meningkatkan tekanan pada area anus dan berhubungan dengan masalah seperti wasir.

Jadi, mana yang lebih baik, jongkok atau duduk? Untuk proses buang air besar, posisi jongkok atau posisi duduk dengan lutut sedikit lebih tinggi dari pinggul dapat membantu proses pengeluaran tinja. Namun, pilihan terbaik tetap harus disesuaikan dengan kondisi tubuh, kenyamanan, keamanan, serta kemampuan masing-masing orang.

Yang terpenting bukan sekadar memilih toilet jongkok atau duduk, tetapi menjaga pola makan kaya serat, cukup minum, aktif bergerak, dan tidak menunda keinginan buang air besar. Dengan kebiasaan tersebut, kesehatan pencernaan dapat lebih terjaga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....