Papua Masih Masuk Zona Merah Kasus Stunting

  • 19 Mei 2026 21:34 WIB
  •  Bovendigoel

RRI.CO.ID, Boven Digoel - Kasus stunting di wilayah Papua masih menjadi perhatian serius pemerintah. Hal tersebut disampaikan Kepala Seksi Promosi Kesehatan Dinas Kesehatan Boven Digoel, Phiterson Wanggai dalam kegiatan bimbingan teknis dan pelatihan keamanan pangan tahun 2026 yang digelar Loka POM Merauke di Aula Meranti Tanah Merah.

Dalam pemaparannya, Phiterson menunjukkan bahwa Papua masih berada dalam kategori merah terkait prevalensi stunting. Meski angka nasional mengalami tren penurunan, kasus stunting di wilayah Indonesia Timur masih cukup tinggi.

Ia menjelaskan daerah pedesaan dan wilayah dengan akses kesehatan terbatas menjadi penyumbang terbesar kasus stunting. Karena itu, pemerintah terus menjalankan berbagai program percepatan penurunan stunting.

Salah satu upaya yang dilakukan yakni pemberian makanan tambahan atau PMT kepada anak-anak dan ibu hamil. Program tersebut telah dilaksanakan melalui posyandu maupun puskesmas di berbagai wilayah.

“Kita sudah lakukan pembagian makanan tambahan dan edukasi gizi supaya masyarakat lebih memahami pentingnya asupan gizi,” katanya, Selasa 19 Mei 2026.

Selain PMT, pemerintah juga menjalankan kampanye edukasi gizi melalui berbagai kegiatan lintas sektor. Salah satunya melalui pertemuan SUGESTI yang melibatkan kepala OPD untuk membahas penanganan stunting di Boven Digoel.

Phiterson menegaskan pemeriksaan rutin ibu hamil juga menjadi bagian penting dalam pencegahan stunting. Ibu hamil dianjurkan minimal enam kali melakukan pemeriksaan kehamilan, termasuk satu kali pemeriksaan USG.

Ia berharap seluruh pihak dapat bekerja sama menurunkan angka stunting di Papua, khususnya di Boven Digoel. Menurutnya, generasi sehat hanya dapat terwujud jika penanganan stunting dilakukan secara serius dan berkelanjutan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....