Stunting Berdampak hingga Usia Dewasa
- 19 Mei 2026 20:54 WIB
- Bovendigoel
RRI.CO.ID, Boven Digoel - Kepala Seksi Promosi Kesehatan Dinas Kesehatan Boven Digoel, Phiterson Wanggai menegaskan bahwa dampak stunting dapat berlangsung hingga seseorang dewasa. Pernyataan tersebut disampaikan dalam kegiatan bimbingan teknis dan pelatihan keamanan pangan tahun 2026, yang digelar Loka POM Merauke.
Menurut Phiterson, anak yang mengalami stunting bukan hanya mengalami hambatan pertumbuhan fisik. Kondisi tersebut juga mempengaruhi kemampuan berpikir, kesehatan, hingga produktivitas ekonomi di masa depan.
Ia menjelaskan kurangnya asupan energi pada anak akan berdampak pada perkembangan otak. Akibatnya, kemampuan kognitif anak menjadi lebih rendah dibandingkan anak dengan gizi yang cukup.
“Anak stunting bukan hanya pendek, tetapi kemampuan berpikirnya juga bisa berkurang karena asupan energi ke otak sedikit,” ujarnya, Selasa 19 Mei 2026.
Selain itu, anak yang mengalami stunting disebut lebih mudah sakit karena daya tahan tubuh yang rendah. Dampaknya bahkan dapat dirasakan hingga usia dewasa, termasuk postur tubuh yang tidak maksimal.
Phiterson mengatakan stunting juga berpotensi meningkatkan risiko penyakit yang berhubungan dengan pola makan di kemudian hari. Karena itu, penanganan stunting harus dilakukan sejak masa kehamilan hingga usia anak.
Ia mengingatkan, stunting merupakan ancaman serius bagi masa depan generasi Papua. Jika tidak dicegah sejak dini, maka kualitas sumber daya manusia dapat mengalami penurunan.
Melalui kegiatan tersebut, peserta pelatihan diajak memahami pentingnya pencegahan stunting melalui pemenuhan gizi, sanitasi, dan edukasi kesehatan. Kolaborasi seluruh pihak dinilai sangat diperlukan demi melahirkan generasi yang sehat dan produktif.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....