Jumlah Pasar Pangan Aman di Indonesia Terus Bertambah

  • 19 Mei 2026 20:37 WIB
  •  Bovendigoel

RRI.CO.ID, Boven Digoel - Perwakilan Loka POM Merauke, Apt. Zarah menyebut, jumlah pasar yang mengikuti program Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas terus mengalami peningkatan. Hal tersebut disampaikan, dalam bimbingan teknis dan pelatihan keamanan pangan tahun 2026 di Boven Digoel.

Menurut Zarah, program awal yang dikenal sebagai Pasar Aman Berbasis Bahan Berbahaya dimulai sejak tahun 2013. Fokus utamanya adalah membersihkan pasar dari penggunaan bahan kimia berbahaya, seperti boraks, formalin, rhodamin B, dan methanyl yellow.

Program tersebut kemudian direvitalisasi pada tahun 2021, menjadi Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas atau PPABK. Revitalisasi dilakukan untuk memperluas pendekatan keamanan pangan dengan melibatkan masyarakat secara aktif.

Zarah menjelaskan, pada tahun 2015 jumlah pasar yang ikut dalam program tersebut masih sebanyak 77 pasar. Namun pada tahun 2025 jumlahnya meningkat signifikan, hingga mencapai 731 pasar.

“Jumlah ini akan terus bertambah setiap tahun karena masih ada target penambahan pasar baru di tahun berjalan,” katanya, Selasa 19 Mei 2026.

Ia juga memaparkan keberhasilan program, dalam menurunkan jumlah pangan yang Tidak Memenuhi Syarat atau TMS di pasar tradisional. Penurunan tersebut terjadi, setelah dilakukan pendampingan dan pengawasan rutin.

Dalam presentasinya, Zarah menunjukkan perbandingan hasil pengawasan tahap awal dan tahap lanjutan. Setelah dilakukan intervensi dan pembinaan, angka pangan tidak aman di pasar mengalami penurunan.

Loka POM Merauke berharap keberhasilan program tersebut dapat diterapkan di wilayah Papua Selatan, termasuk Boven Digoel. Dengan keterlibatan pemerintah dan masyarakat, pasar aman dinilai mampu melindungi kesehatan konsumen.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....