Whip Pink: Minuman Pink yang Sedang Booming

  • 04 Feb 2026 09:05 WIB
  •  Bovendigoel

RRI.CO.ID, Boven Digoel - Dalam beberapa pekan terakhir, media sosial diramaikan oleh kemunculan Whip Pink. Minuman berwarna pink menyala dengan tekstur creamy dan topping yang mengembang ini berhasil menarik perhatian netizen. Lalu, apa sebenarnya Whip Pink dan mengapa ia begitu viral? 

Produk Whip Pink, yakni merek sebuah produk tabung gas berisi Nitrous Oxide (N2O) berbahaya jika digunakan tidak sesuai informasi bahkan peruntukannya. N2O yang seharusnya hanya digunakan untuk keperluan medis dan sebagai bahan tambahan pangan (propelan). 

Jika salah digunakan maka akan berdampak menyebabkan kekurangan oksigen, kelumpuhan, bahkan kematian. Whip Pink adalah minuman kekinian yang disajikan dingin dengan karakteristik utama warna pink yang kuat dan tekstur whipped yang ringan dan berbuih. 

Rasa dominannya adalah strawberry yang dipadukan dengan susu atau krim, menciptakan sensasi manis, segar, dan creamy. Sebagai propelan untuk membantu krim agar mengembang serta mudah di dorong pada saat digunakan sebagai dekorasi pangan. 

Whip Pink berisi N2O berfungsi sebagai berikut: 

Pengobatan

  1. N2O merupakan gas medis sebagai anestesi berdasarkan PerMenkes Nomor 4 Tahun 2016 tentang penggunaan gas medik pada fasilitas pelayanan kesehatan. 
  2. N2O dapat digunakan sebagai agen inhalasi sedasi ringan, dan pendamping ianestesi umum.
  3. Penggunaan N2O medik tidak boleh tunggal, harus dikombinasi dengan oksigen atau kadar 30-50% untuk mencegah hipoksia. 

Pangan 

  1. PerBPOM Nomor 11 Tahun 2019 tentang bahan tambahan pangan, mengatur N2O sebagai bahan tambahan pangan golongan propelan atau gas pendorong. INS 942 dengan batas maksimal CPPB* dan ADI** not specified. 
  2. Penggunaan diatur dalam kategori pangan krim yang diseterilkan atau secara ultra high temperature, krim whipping, krim whipped, dan krim rendah lemak (plan). 

Tren Global dan jejak kematian akibat penyalahgunaan N2O: 

  • Pada Tahun 2021, N2O masuk dalam daftar 10 besar zat rekreasi yang paling banyak digunakan secara global, menyusul popularitas zat-zat seperti Cannabis dan MDMA. 
  • N2O terbukti mematikan saat disalahgunakan untuk rekreasi. gas ini menggantikan oksigen secara cepat atau hipoksia dan menyebabkan sedikitnya 11 kematian pada Tahun 1984-1987. Sumber BPOM RI  

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....