Angin Duduk: Istilah Populer untuk Kondisi Serius

  • 30 Jan 2026 14:30 WIB
  •  Bovendigoel

RRI.CO.ID, Boven Digoel - Istilah angin duduk sudah sangat akrab di telinga masyarakat Indonesia. Banyak orang menganggap angin duduk sebagai masuk angin biasa yang terasa lebih berat, terutama karena disertai nyeri di dada. Padahal, dalam dunia medis, angin duduk bukanlah penyakit tersendiri, melainkan istilah awam untuk kondisi yang perlu diwaspadai. Pemahaman yang keliru dapat membuat seseorang menunda penanganan yang seharusnya segera dilakukan.

Dalam bahasa kedokteran, angin duduk dikenal sebagai angina pektoris. Kondisi ini terjadi ketika aliran darah menuju otot jantung berkurang akibat penyempitan atau penyumbatan pembuluh darah koroner. Akibatnya, jantung kekurangan oksigen sehingga menimbulkan rasa nyeri atau tidak nyaman di dada. Nyeri ini sering disalahartikan sebagai masalah pencernaan atau kelelahan biasa.

Tanda-tanda angina pektoris tidak selalu sama pada setiap orang. Gejala yang umum dirasakan meliputi nyeri dada seperti ditekan benda berat, rasa panas atau sesak. Nyeri tersebut dapat menjalar ke lengan kiri, leher, rahang dan punggung. Selain itu, penderita juga dapat mengalami keringat dingin, mual, pusing dan kelelahan mendadak, terutama saat beraktivitas atau mengalami stres emosional.

Mencegah angin duduk berarti menjaga kesehatan jantung secara menyeluruh. Pola makan seimbang, rendah lemak jenuh, dan kaya serat sangat dianjurkan untuk menjaga pembuluh darah tetap sehat. Aktivitas fisik teratur, seperti berjalan kaki atau bersepeda ringan, membantu melancarkan peredaran darah. Selain itu, mengelola stres dan menghindari kebiasaan merokok menjadi langkah penting dalam pencegahan.

Pemeriksaan kesehatan secara rutin juga berperan besar dalam mencegah kondisi ini. Tekanan darah, kadar kolesterol, dan gula darah yang terkontrol dapat menurunkan risiko gangguan jantung. Bagi orang yang memiliki riwayat keluarga dengan penyakit jantung, kewaspadaan perlu ditingkatkan sejak dini. Mengenali gejala awal akan membantu mendapatkan penanganan lebih cepat dan tepat.

Angin duduk bukanlah kondisi yang dapat diabaikan atau diobati sendiri. Ketika nyeri dada muncul secara tiba-tiba dan tidak kunjung membaik, segera cari pertolongan medis. Dengan pengetahuan yang benar dan gaya hidup sehat, risiko angina pektoris dapat dikurangi. Kesadaran akan pentingnya kesehatan jantung merupakan langkah awal menuju hidup yang lebih aman dan berkualitas.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....