Apa itu Perlemakan Hati? Cara Pencegahannya.
- 14 Jun 2025 20:12 WIB
- Bovendigoel
KBRN, Boven Digoel: Perlemakan hati adalah kondisi ketika terlalu banyak lemak menumpuk di dalam sel-sel hati. Dalam istilah medis, ini disebut juga steatosis hepatis. Meski hati secara alami mengandung sedikit lemak, jika kandungannya melebihi 5–10% dari berat total hati, maka sudah tergolong perlemakan hati.
Jenis Perlemakan Hati:
- NAFLD (Non-Alcoholic Fatty Liver Disease)
Terjadi pada orang yang tidak mengonsumsi alkohol secara berlebihan. Ini adalah bentuk paling umum dan sering terkait dengan obesitas, diabetes tipe 2, atau kolesterol tinggi. - AFLD (Alcoholic Fatty Liver Disease)
Disebabkan oleh konsumsi alkohol berlebihan yang merusak sel hati dan menyebabkan penumpukan lemak.
Gejala Umum (Sering Tanpa Gejala)
- Kelelahan
- Rasa tidak nyaman atau penuh di perut kanan atas
- Pembesaran hati (pada beberapa kasus)
Namun, banyak penderita tidak menyadari hingga dilakukan tes darah atau USG hati.
Berikut adalah makanan yang dapat membantu mencegah atau mengatasi perlemakan hati (fatty liver):
1. Sayuran Hijau (Bayam, Brokoli, Kale)
Sayuran hijau kaya antioksidan, serat, dan senyawa seperti sulforaphane yang membantu menurunkan kadar lemak di hati. Brokoli bahkan terbukti mengurangi akumulasi lemak hati pada studi hewan.
2. Buah Berserat Tinggi (Apel, Pir, Blueberry)
Buah-buahan kaya serat dan rendah gula membantu mengontrol kadar gula darah dan mengurangi resistensi insulin—dua faktor utama pemicu perlemakan hati.
3. Ikan Berlemak (Salmon, Sarden, Makarel)
Mengandung omega-3 yang terbukti membantu menurunkan kadar lemak di hati dan mengurangi peradangan.
4. Kacang-kacangan dan Biji (Almond, Kenari, Chia Seed, Flaxseed)
Kaya lemak sehat dan antioksidan. Konsumsi kenari, misalnya, dikaitkan dengan fungsi hati yang lebih baik.
5. Gandum Utuh (Oat, Quinoa, Brown Rice)
Mengandung serat larut yang bisa membantu mengurangi penyerapan lemak dan mengontrol kadar kolesterol.
6. Produk Susu Rendah Lemak atau Probiotik
Yogurt rendah lemak dengan probiotik dapat memperbaiki kesehatan usus dan mengurangi peradangan hati.
7. Kopi Tanpa Gula
Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi kopi 2–3 cangkir per hari dapat mengurangi risiko perlemakan hati dan memperlambat perkembangan sirosis.
8. Minyak Zaitun
Mengandung lemak tak jenuh tunggal yang membantu mengurangi enzim hati dan lemak di hati, serta mendukung penurunan berat badan.
9. Bawang Putih
Mengandung allicin dan selenium yang membantu detoksifikasi dan mendukung kesehatan hati.
10. Teh Hijau
Kaya epigallocatechin gallate (EGCG), antioksidan kuat yang dapat mengurangi penumpukan lemak di hati.
Hindari makanan tinggi gula, lemak trans, gorengan, dan alkohol karena dapat memperparah perlemakan hati. Pola makan seimbang, olahraga, dan manajemen berat badan tetap kunci utama.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....