Alasan Hari Pahlawan Jatuh pada Tanggal 10 November

  • 08 Nov 2025 20:54 WIB
  •  Bovendigoel

KBRN, Boven Digoel: Setiap tanggal 10 November, bangsa Indonesia memperingati Hari Pahlawan Nasional. Pada hari ini, masyarakat di seluruh penjuru negeri mengenang jasa para pahlawan yang telah berjuang demi kemerdekaan Indonesia.

Namun, tahukah kamu mengapa Hari Pahlawan ditetapkan tepat pada tanggal 10 November? Tanggal ini memiliki makna sejarah yang sangat penting dalam perjalanan bangsa, karena berkaitan langsung dengan Peristiwa Pertempuran Surabaya tahun 1945 sebagai salah satu pertempuran terbesar dan paling heroik dalam sejarah Indonesia.

1. Latar Belakang Pertempuran Surabaya

Setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945, situasi di berbagai daerah masih belum sepenuhnya aman. Pasukan Sekutu datang ke Indonesia dengan alasan untuk melucuti tentara Jepang, namun di balik itu, mereka juga membawa tentara Belanda (NICA) yang ingin menguasai kembali Indonesia.

Kedatangan Sekutu di Surabaya pada akhir Oktober 1945 memicu ketegangan. Rakyat dan pejuang Indonesia menolak kehadiran mereka karena dianggap mengancam kedaulatan yang baru saja diraih.

2. Insiden Hotel Yamato

Ketegangan semakin memuncak pada 19 September 1945, ketika terjadi insiden di Hotel Yamato (sekarang Hotel Majapahit).

Saat itu, sekelompok Belanda menaikkan bendera Merah-Putih-Biru di atap hotel. Melihat hal itu, para pemuda Surabaya marah karena menganggap tindakan tersebut sebagai bentuk penghinaan terhadap kemerdekaan Indonesia.

Pemuda bernama Hariyono dan Kusno Wibowo, bersama pejuang lain termasuk Bung Tomo, naik ke atap hotel dan merobek bagian biru bendera Belanda, menyisakan warna merah dan putih sebagai simbol kemerdekaan Indonesia.

Peristiwa heroik ini menjadi awal dari gelombang perlawanan besar di Surabaya.

3. Meninggalnya Brigadir Jenderal Mallaby

Situasi semakin memanas pada akhir Oktober 1945. Pertempuran antara pejuang Surabaya dan pasukan Inggris tak terelakkan.

Pada 30 Oktober 1945, Brigadir Jenderal A.W.S. Mallaby, pemimpin pasukan Inggris di Surabaya, tewas dalam bentrokan di sekitar Jembatan Merah.

Kematian Mallaby membuat Inggris marah dan memutuskan untuk melakukan serangan besar-besaran ke Surabaya.

4. Pertempuran Besar 10 November 1945

Serangan besar Inggris dimulai pada 10 November 1945, dengan pasukan yang jauh lebih kuat, lengkap dengan tank, kapal perang, dan pesawat tempur.

Meski begitu, rakyat Surabaya tidak gentar. Dengan senjata sederhana, semangat juang, dan tekad mempertahankan kemerdekaan, mereka bertempur habis-habisan.

Pertempuran ini berlangsung selama sekitar tiga minggu dan menelan ribuan korban jiwa dari pihak rakyat Indonesia.

Meskipun secara militer Indonesia kalah, semangat perjuangan rakyat Surabaya menjadi simbol keberanian dan pengorbanan luar biasa untuk mempertahankan kemerdekaan.

5. Penetapan 10 November sebagai Hari Pahlawan

Untuk mengenang jasa dan pengorbanan para pejuang yang gugur dalam Pertempuran Surabaya, pemerintah Indonesia kemudian menetapkan 10 November sebagai Hari Pahlawan Nasional.

Penetapan ini bertujuan agar generasi penerus bangsa selalu mengingat perjuangan para pahlawan yang telah rela mengorbankan jiwa dan raga demi kemerdekaan.

Hari Pahlawan yang diperingati setiap 10 November bukan sekadar tanggal dalam kalender nasional, melainkan simbol semangat, keberanian, dan cinta tanah air.

Pertempuran Surabaya mengajarkan kita arti sebenarnya dari perjuangan bahwa kemerdekaan tidak datang dengan mudah, tetapi harus diperjuangkan dengan pengorbanan besar.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....