Sejumlah Fakta Menarik Sumpah Pemuda

  • 24 Okt 2025 14:13 WIB
  •  Bovendigoel

KBRN, Boven Digoel: Sumpah Pemuda lahir dari hasil Kongres Pemuda II yang diselenggarakan di Batavia (sekarang Jakarta) pada tanggal 27–28 Oktober 1928. Kongres ini digagas oleh Perhimpunan Pelajar-Pelajar Indonesia (PPPI) dan dihadiri oleh wakil-wakil organisasi pemuda dari seluruh Nusantara, seperti Jong Java, Jong Sumatranen Bond, Jong Celebes, Jong Ambon, dan lain-lain.

Pada rapat penutup kongres di Gedung Indonesische Clubgebouw pada 28 Oktober 1928, rumusan ikrar yang disusun oleh Mohammad Yamin disepakati dan dibacakan. Ikrar inilah yang kemudian dikenal sebagai Sumpah Pemuda.

Berikut beberapa fakta menarik dari sumpah pemuda diantaranya:

1. Awalnya Bukan Berjudul "Sumpah Pemuda" Rumusan ikrar yang dibacakan pada 28 Oktober 1928 awalnya tidak memiliki nama, bahkan hingga dibacakan. Istilah "Sumpah Pemuda" baru muncul beberapa hari setelah Kongres Pemuda II dilaksanakan, namun hari peringatannya tetap pada tanggal pembacaan ikrar tersebut.

2. Menggunakan Ejaan Van Ophuysen Naskah Sumpah Pemuda yang asli ditulis menggunakan Ejaan Van Ophuysen, ejaan yang digunakan pada masa itu untuk menulis kata berbahasa Melayu yang dipengaruhi oleh Bahasa Belanda.

3. Hanya Beberapa Peserta Perempuan yang Hadir Dari ratusan peserta Kongres Pemuda II, hanya ada sedikit peserta perempuan yang hadir (sekitar enam orang). Kehadiran mereka menunjukkan peran aktif perempuan dalam pergerakan nasional sejak awal.

4. Mayoritas Menggunakan Bahasa Belanda Sebagian besar pembicara dalam Kongres Pemuda II menggunakan Bahasa Belanda, termasuk notulen rapat. Mohammad Yamin bertugas sebagai sekretaris dan penerjemah pidato dan kesepakatan ke dalam bahasa Melayu.

5. Lagu "Indonesia Raya" Perdana Dibawakan Lagu kebangsaan "Indonesia Raya" oleh Wage Rudolf Soepratman pertama kali diperdengarkan kepada khalayak pada penutupan Kongres Pemuda II. Namun, karena diawasi ketat oleh aparat keamanan Belanda, lagu ini hanya dimainkan secara instrumental (dengan biola) tanpa lirik atau syair yang memuat kata "merdeka".

6. Teks Dirumuskan Satu Orang Teks Sumpah Pemuda dirumuskan oleh satu orang, yaitu Mohammad Yamin, yang menuliskannya di secarik kertas pada sesi terakhir kongres.

7. Dilaksanakan di Tiga Gedung Berbeda Kongres Pemuda II yang berlangsung selama dua hari (27-28 Oktober 1928) terbagi menjadi tiga sesi rapat yang dilaksanakan di tiga gedung yang berbeda di Batavia (sekarang Jakarta). Gedung tempat pembacaan ikrar sekarang menjadi Museum Sumpah Pemuda.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....