Palum dan 20 istilah Baru Resmi Masuk KBBI

  • 15 Jul 2025 19:00 WIB
  •  Bovendigoel

KBRN, Boven Digoel: Bahasa Indonesia kembali mengalami perkembangan dengan masuknya kata baru "palum" ke dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Dikutip dari laman resmi KBBI (kbbi.kemdikbud.go.id ) "palum" memiliki arti "sudah puas minum" atau "hilang rasa haus". Dengan demikian, kata "palum" menjadi antonim dari "haus" yang selama ini dikenal sebagai keadaan merasa kering kerongkongan dan ingin min

Tak hanya "palum", Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa melalui tim redaksi KBBI juga mencatat sejumlah kata modern lain yang kini sah menjadi bagian dari kosakata resmi bahasa Indonesia. Sebagian besar berasal dari istilah gaul yang populer di kalangan masyarakat urban.

Berikut beberapa istilah baru yang resmi masuk ke KBBI di lansir dari berita.com:

  1. Mager

    Berasal dari campuran kata malas gerak, kata ini berarti malas beraktivitas alias enggan bergerak. Contoh: Hujan turun sepanjang hari, saya jadi mager kemana-mana.

  2. Julid

    Istilah ini berfaedah iri alias dengki dengan kesuksesan orang lain, kerap diwujudkan dalam corak komentar alias opini negatif di media sosial. Contoh: Jadikan kesuksesan dia sebagai motivasi, jangan malah julid.

  3. Ambyar

    Populer dengan lagu-lagu mendiang Didi Kempot, kata ini berfaedah bercerai, terfragmentasi, alias kehilangan fokus. Contoh: Rencanaku hari ini ambyar lantaran motor mogok.

  4. Baper

    Singkatan dari bawa perasaan , merujuk pada seseorang yang terlalu sensitif alias bereaksi berlebihan. Contoh: Dia mendadak baper setelah memandang pacarnya berbareng orang lain.

  5. Alay

    Merujuk pada style hidup berlebihan demi menarik perhatian, alias sering diartikan sebagai anak layangan. Contoh: Predikat alay pada anak remaja adalah perihal wajar.

  6. Gebetan

    Istilah ini berfaedah seseorang yang dikagumi alias disukai. Contoh: Sekarang dia punya gebetan baru.

  7. Kepo

    Akronim dari bahasa Inggris Knowing Every Particular Object, dalam KBBI berfaedah rasa mau tahu yang berlebihan. Contoh: Seorang anak introvert mengakibatkan kawan sekelasnya jadi kepo

  8. Cie

    Kata seru untuk memuji alias menggoda seseorang. Contoh: Cie, yang lagi dekat sama gebetan baru.

  9. Pansos

    Singkatan dari “panjat sosial”, ialah upaya meningkatkan status sosial dengan unggahan di media sosial. Contoh: Ia sering pansos dengan memamerkan peralatan mewah

  10. Bokap

    Istilah slang lama yang berfaedah ayah. Contoh: Bokapnya seorang pengusaha sukses

  11. Jastip

    Akronim dari jasa titip, ialah jasa membeli peralatan di luar negeri atas titipan orang lain. Contoh: “Bisnis jastip-nya berkembang pesat tahun ini.”

  12. Oalah

    Kata seru yang mengekspresikan kejutan. Contoh: Oalah, rupanya dia yang menjatuhkan penghapus itu.

  13. Boba

    Bola tapioka kenyal yang biasa ditemukan pada minuman seperti teh susu. Contoh: Anak-anak suka minum es teh dengan topping boba.

  14. Bumil

    Singkatan dari ibu hamil”. Contoh: Pengemudi taksi online itu seorang bumil.

  15. gcimen

    Akronim dari kacang, kuaci, permen , istilah ini merujuk pada jajanan kaki lima yang kerap dijual di bus alias persimpangan lampu merah. Contoh: Kini jarang ada pedagang cangcimen yang naik bus kota.

  16. Bucin

    Singkatan dari budak cinta , istilah untuk orang yang terlalu tergila-gila pada pasangan. Contoh: Cinta itu wajar, tapi jika sudah bucin mampu berbahaya.

  17. Kimci

    Acar pedas unik Korea yang terbuat dari sayuran fermentasi. Contoh: Siang tadi saya mengakibatkan kimci dari sawi putih.

  18. Oppa

    Sapaan wanita kepada laki-laki lebih tua yang mempunyai hubungan dekat. Contoh: Ia menikah dengan oppa yang dikenalnya sejak kuliah.

  19. Kicep

    Berarti tak bersuara lantaran takut alias cemas. Contoh: Dia langsung kicep ketahuan mencuri pandang.

  20. Meme

    Cuplikan gambar, aktivitas TV, alias movie yang diubah dengan tulisan kocak untuk menghibur. Contoh: Seniman itu mengakibatkan meme tentang subsidi BBM.

Penambahan kosakata baru diharapkan dapat menjembatani kebutuhan komunikasi generasi masa kini, sehingga bahasa Indonesia tetap relevan dan hidup di beragam ranah kehidupan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....