Fakta Menarik Ki Hadjar Dewantara Pahlawan Pendidikan Indonesia
- 28 Apr 2025 13:59 WIB
- Bovendigoel
KBRN, Boven Digoel: Setiap tanggal 2 Mei, bangsa Indonesia memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas). Sebagai bentuk penghormatan terhadap Ki Hadjar Dewantara, sosok pahlawan nasional yang dikenal sebagai Bapak Pendidikan Indonesia dan pelopor pendidikan Nasional.
Ki Hadjar Dewantara, Lahir di Yogyakarta pada 2 Mei 1889 dan dikenal karena jasanya dalam memperjuangkan hak pendidikan bagi semua lapisan masyarakat, terutama kaum pribumi di masa kolonial Belanda. Mendirikan lembaga pendidikan "Taman Siswa" yang menjadi cikal bakal pendidikan nasional yang inklusif dan merdeka. Di balik popularitasnya, terdapat sejumlah fakta menarik yang menunjukkan betapa besar perannya dalam sejarah memperjuangkan hak pendidikan bagi semua lapisan masyarakat:
- Bangsawan yang Melepaskan Titel Kebangsawanannya.
Kihajar Dewantara terlahir dari keluarga bangsawan dari kadipaten paku alam. Memiliki nama asli raden mas soerwadi soerjaningrat. Namun, saat berusia 40 tahun ia mengganti Namanya menjadi Ki Hadjar Dewantara. Ia melepaskan gelar kebangsawanannya di depan Namanya agar lebih bebas dekat dengan rakyat. - Wartawan yang Berani.
Sebagai wartawan dibeberapa surat kabar seperti De Express,Utusan Hindia dan Kaum muda. Ia tak kenal bosan mengkritik kebijakan pemerintah Kolonial. Salah satu tulisannya yang kontroversi berjudul ‘’seandainya aku seorang belanda ‘’yang di muat di harian De express. Dalam tulisan ini ia manyampaikan banyak kritikan terhadap pejabat hindia belanda. Karena tulisan ini ia dihukum dan di asingkan ke Belanda pada tahun 1913. - Pendiri Indische Partij.
Mendirikan partai nasionalis pertama di indonesia Bersama Douwes Dekker dan Tjipto Mangoenkoesoemo. Mereka kemudian dikenal dengan 3 serangkai. Partai indische partij pertama yang secara tegas mencantumkan ‘’Indonesia merdeka ‘’sebagai tujuannya - Pendiri Taman siswa.
Terdorong dari pengalaman masa kecilnya saat ia mengamati banyaknya masyarakat yang tidak berkesempatan memperoleh pendidikan. Ki hajar dewantara berhasil mewujudkan impiannya . mendirikan impiannya mendirikan sekolah di Yogyakarta, yang kemudian diberi nama national onderwijs institute taman siswa. Didirikan pada tanggal 3 juli 1922. Sekolah taman siswa ini menjadi simbol bahwa Pendidikan adalah hak semua orang. Tidak hanya masyarakat eropa dan kaum bangsawan - Pencetus Semboyan Pendidikan Nasional Indonesia
Semboyan dalam sistem Pendidikan yang dipakainya hingga kini dikenal oleh masyarakat Indonesia yakni ing ngarsa sung tuladha. Ing madya mangun karsa tutwuri handayani (didepan memberi contoh, ditengah memberi semangat, dibelakang memberi dorongan). Berbagai pelopor itulah Ki Hadjar Dewantara diangkat sebagai mentri Pendidikan Indonesia pertama setelah kemerdekaan Indonesia. Semboyan tersebut masih digunakan dalam dunia Pendidikan Indonesia hingga saat ini
Peringatan Hari pendidikan bukan sekadar seremonial, melainkan momen untuk terus menghidupkan semangat dalam memperjuangkan hak pendidikan bagi semua lapisan masyarakat, terutama kaum pribumi di masa kolonial Belanda. Semangat ki hadjar dewantara , kini dan nanti, tetap relevan dalam upaya membangun Indonesia yang lebih adil dan setara.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....