Mayoritas Korban Penyerangan Kali Fis Merupakan Warga Non-OAP
- 23 Mei 2026 07:02 WIB
- Bovendigoel
RRI.CO.ID, Boven Digoel – Kapolres AKBP Wisnu Perdana Putra menyampaikan, dari sembilan korban meninggal dunia dalam kasus penyerangan penambang tradisional di Kali Fis, delapan di antaranya merupakan warga non-orang asli Papua (non-OAP). Sementara satu korban lainnya, merupakan orang asli Papua (OAP).
Pernyataan tersebut disampaikan saat konferensi pers di Polres Boven Digoel, terkait perkembangan penanganan kasus. AKBP Wisnu menegaskan, dampak terbesar dari aksi kekerasan tersebut dirasakan langsung oleh masyarakat.
Karena itu, aparat keamanan bersama pemerintah daerah mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama mencegah kejadian serupa terulang kembali.
“Kami tidak menyalahkan pihak mana pun, tetapi ini adalah tanggung jawab bersama agar hal-hal seperti ini tidak terus terjadi,” ujarnya, kamis 21 Mei 2026.
Ia juga menegaskan, keberadaan kelompok OTK di wilayah penambangan tidak dapat dipungkiri, dimana menjadi tantangan tersendiri bagi aparat keamanan. Saat ini aparat gabungan masih melakukan pendataan, identifikasi korban, serta pengamanan terhadap para pengungsi yang akan dievakuasi menuju Tanah Merah.
Kapolres berharap situasi keamanan di wilayah penambangan dapat segera terkendali. Sehingga masyarakat tidak lagi menjadi korban kekerasan di kawasan tersebut.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....