Alasan Banyak Orang Sulit Berhenti Bermain Media Sosial Setiap Hari

  • 15 Mei 2026 08:09 WIB
  •  Bovendigoel

RRI.CO.ID, Boven Digoel - Media sosial telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari banyak orang. Mulai dari bangun tidur hingga menjelang tidur malam, tidak sedikit orang yang selalu membuka media sosial untuk melihat informasi, hiburan, maupun aktivitas orang lain. Kebiasaan ini membuat sebagian orang sulit lepas dari ponsel mereka, bahkan hanya beberapa menit tanpa media sosial terasa membosankan.

Perkembangan teknologi dan internet yang semakin mudah diakses menjadi salah satu alasan utama mengapa media sosial begitu melekat dalam kehidupan modern. Berbagai platform seperti Instagram, TikTok, Facebook, dan X menawarkan beragam konten menarik yang terus diperbarui setiap saat. Hal ini membuat pengguna merasa selalu ingin melihat hal baru agar tidak tertinggal informasi atau tren terbaru.

Menurut penjelasan dari Harvard Medical School, penggunaan media sosial dapat memicu pelepasan hormon dopamin di otak. Hormon ini berkaitan dengan rasa senang dan puas sehingga seseorang merasa nyaman ketika mendapatkan hiburan, perhatian, atau respons seperti tanda suka dan komentar di media sosial. Efek inilah yang membuat banyak orang terus ingin membuka aplikasi media sosial berulang kali.

Selain memberikan hiburan, media sosial juga sering menjadi tempat pelarian dari rasa bosan dan stres. Banyak orang memilih scrolling media sosial saat sedang lelah bekerja, menunggu sesuatu, atau tidak memiliki aktivitas lain. Lama-kelamaan, kebiasaan tersebut menjadi otomatis dilakukan tanpa disadari.

Faktor lain yang membuat media sosial sulit ditinggalkan adalah adanya rasa takut tertinggal informasi atau tren terbaru. Kondisi ini sering disebut sebagai fear of missing out atau FOMO. Banyak orang merasa perlu terus memantau media sosial agar tetap mengikuti perkembangan berita, hiburan, maupun aktivitas teman-teman mereka.

Menurut penelitian dari American Psychological Association, penggunaan media sosial secara berlebihan dapat memengaruhi kesehatan mental jika tidak dikontrol dengan baik. Terlalu lama bermain media sosial dapat membuat seseorang lebih mudah cemas, sulit fokus, hingga mengalami gangguan tidur akibat penggunaan ponsel yang berlebihan.

Selain itu, algoritma media sosial juga dirancang untuk membuat pengguna bertahan lebih lama di dalam aplikasi. Konten yang muncul biasanya disesuaikan dengan minat pengguna sehingga seseorang merasa terus tertarik untuk melihat video atau postingan berikutnya tanpa henti.

Tidak sedikit orang yang akhirnya menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk scrolling media sosial tanpa tujuan yang jelas. Kebiasaan ini sering membuat waktu produktif berkurang dan pekerjaan menjadi tertunda karena perhatian terlalu terfokus pada ponsel.

Menurut World Health Organization, menjaga keseimbangan antara aktivitas digital dan kehidupan sehari-hari sangat penting untuk kesehatan mental dan kualitas hidup. Membatasi waktu penggunaan media sosial dapat membantu seseorang lebih fokus terhadap aktivitas nyata dan menjaga pola hidup yang lebih sehat.

Pada akhirnya, alasan banyak orang sulit berhenti bermain media sosial bukan hanya karena hiburan semata, tetapi juga karena pengaruh kebiasaan, rasa penasaran, dan respons otak yang membuat seseorang ingin terus kembali membuka aplikasi tersebut setiap hari.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....