Permainan Tradisonal yang Perlahan Hilang

  • 06 Mei 2026 14:54 WIB
  •  Bovendigoel

RRI.CO.IS, Boven Digoel: Permainan tradisional atau "permainan dulu" memang memiliki daya tarik tersendiri yang kini mulai tergerus oleh era digital. Banyak dari permainan ini bukan sekadar hiburan, tapi juga sarana melatih fisik, kerja sama tim, dan kejujuran. Berikut adalah beberapa permainan tradisional khusus di Indonesia yang kini mulai jarang terlihat dimainkan di halaman rumah diantaranya:

1. Egrang

Permainan yang menggunakan galah bambu dengan pijakan kaki. Pemain harus berjalan di atas bambu tersebut dengan keseimbangan yang stabil. Egrang melatih keberanian dan koordinasi tubuh yang kuat.

2. Gasing (Gasing Kayu)

Gasing biasanya terbuat dari kayu yang dililit tali, kemudian dilempar agar berputar pada porosnya. Sensasi melihat gasing berputar lama atau "diadu" dengan gasing lawan merupakan keseruan utama permainan ini.

3. Gobak Sodor (Galasin)

Permainan kelompok yang membutuhkan lapangan berbentuk persegi panjang dengan garis-garis pembatas. Tujuannya adalah melewati penjagaan lawan dari satu sisi ke sisi lain tanpa tersentuh. Ini adalah latihan strategi dan ketangkasan fisik yang sangat intens.

4. Congklak (Dakon)

Menggunakan papan kayu atau plastik dengan lubang-lubang kecil dan biji kerang atau batu kecil. Permainan ini melatih kemampuan berhitung dan strategi dalam mendistribusikan biji agar menang.

5. Gatrik

Permainan yang menggunakan dua potong bambu/kayu (satu panjang, satu pendek). Kayu pendek dipukul atau diungkit menggunakan kayu panjang. Permainan ini sangat populer di kalangan anak-anak di daerah pedesaan pada masanya.

6. Engklek

Cukup dengan kapur untuk menggambar kotak-kotak di tanah dan sebuah batu datar (gaco). Pemain melompat dengan satu kaki dari satu kotak ke kotak lainnya. Selain melatih fisik, engklek juga mengajarkan tentang kepemilikan "wilayah".

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....