Pesona Ratu Buah Menghiasi Kebun-kebun Boven Digoel

  • 07 Jul 2026 07:24 WIB
  •  Bovendigoel

RRI.CO.ID, Boven Digoel - Musim buah kembali menyapa Kabupaten Boven Digoel. Beragam buah lokal mulai bermunculan di kebun-kebun warga. Namun, di antara beragam buah musiman itu, manggis selalu menjadi primadona. Buah yang dijuluki sebagai "Ratu Buah" ini tampil memikat dengan kulit berwarna ungu kehitaman yang mengilap. Di balik kulitnya yang tebal, tersimpan daging buah putih bersih yang manis, segar, dan lembut.

Suasana itu terlihat di sebuah pondok sederhana di tepi Jalan Trans Papua. Tumpukan manggis tersusun rapi di atas meja jualan. Tangkainya yang masih hijau dengan kelopak berbentuk mahkota menandakan buah-buah tersebut baru dipetik dari kebun. Setiap musim panen tiba, pondok kecil itu menjadi tujuan warga yang ingin menikmati kesegaran manggis lokal.

Di balik ramainya pembeli, ada kisah panjang tentang kesabaran seorang petani. Mama Oliva Mana (70) telah merawat pohon-pohon manggisnya sejak tahun 1983. Tanaman yang dikenal lambat berbuah itu tumbuh perlahan hingga akhirnya mampu memberikan hasil yang kini menjadi sumber penghasilan keluarga.

Berbeda dengan musim panen sebelumnya, tahun ini menjadi momen yang paling membahagiakan. Seluruh pohon manggis miliknya berbuah dengan hasil yang lebih melimpah.

"Puji Tuhan, tahun ini semua pohon berbuah. Hasilnya cukup bagus. Buahnya banyak dan ukurannya juga besar. Kami bersyukur karena panennya lebih banyak dibandingkan tahun-tahun sebelumnya," tutur Mama Oliva sambil tersenyum.

Bagi Mama Oliva, panen yang melimpah tidak datang begitu saja. Selama puluhan tahun ia dan keluarganya rutin membersihkan kebun, memberikan pupuk urea, memanfaatkan abu tungku dari sisa pembakaran sebagai pupuk alami, serta menjaga tanaman dari serangan hama.

"Kalau dirawat dengan baik, hasil buahnya juga lebih bagus," katanya.

Kesabaran itu kembali terlihat saat masa panen. Setiap buah dipilih satu per satu. Hanya manggis yang benar-benar matang yang dipisahkan berdasarkan ukuran sebelum dibawa ke pondok di depan rumah untuk dijual langsung kepada pembeli.

Cara sederhana tersebut justru menjadi daya tarik tersendiri. Banyak warga sengaja datang karena mengetahui buah yang dijual dipetik langsung dari kebun sehingga kesegarannya tetap terjaga.

"Pembelinya cukup banyak. Setiap musim manggis masyarakat memang sudah menunggu karena buah ini hanya ada pada waktu tertentu," ujarnya.

Rasa manis, segar, dan daging buah yang lembut membuat manggis selalu menjadi buah favorit saat musim panen tiba. Tak heran jika keberadaannya selalu dinanti masyarakat setiap tahun.

Meski dikenal sebagai tanaman yang membutuhkan waktu lama untuk menghasilkan buah, Mama Oliva mengaku tidak mengalami kendala berat selama merawat kebunnya. Menurutnya, yang terpenting adalah menjaga kebun tetap bersih dan memberikan perawatan secara rutin.

"Tahun kemarin tidak semua pohon berbuah. Tetapi tahun ini semuanya menghasilkan," katanya penuh syukur.

Kini, hasil panennya dijual dengan harga Rp10 ribu per tumpuk yang berisi enam buah. Harga yang terjangkau membuat masyarakat dapat menikmati buah manggis segar langsung dari kebun petani.

Mama Oliva berharap seluruh hasil panennya habis terjual. Ia juga mengajak masyarakat untuk lebih mencintai buah-buahan lokal hasil kebun petani.

"Kami mengajak masyarakat membeli buah manggis hasil kebun petani. Selain rasanya manis dan segar, setiap buah yang dibeli menjadi dukungan bagi petani agar terus semangat merawat kebun dan menghasilkan buah yang berkualitas," ujarnya.

Musim manggis di Boven Digoel bukan sekadar menghadirkan buah yang lezat di meja makan. Di balik kulit ungu sang "Ratu Buah", tersimpan cerita tentang ketekunan, kesabaran, dan harapan para petani yang setia merawat kebunnya selama puluhan tahun. Setiap manggis yang dibawa pulang masyarakat bukan hanya menawarkan rasa manis dan kesegaran, tetapi juga menjadi bentuk dukungan terhadap petani lokal agar terus menjaga dan mengembangkan kekayaan hasil bumi Boven Digoel.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....