Langkah Seorang Ibu Mengantar Harapan di Hari Pendaftaran
- 27 Jun 2026 13:01 WIB
- Bovendigoel
RRI.CO.ID Boven Digoel - Sejak matahari belum begitu tinggi, halaman SMP Negeri 1 Tanah Merah mulai dipenuhi calon siswa yang datang bersama orang tua mereka untuk mengikuti Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB). Di tengah keramaian itu, tampak dua sosok ibu, Margareta Tangga dan Natalia Kibitap, yang setia mendampingi anak-anak mereka menjalani proses pendaftaran.
Di tangan mereka tergenggam map berisi dokumen pendaftaran, sementara pandangan sesekali tertuju kepada anak-anak yang berdiri tak jauh di depan antrean. Sesekali mereka membuka kembali berkas yang dibawa untuk memastikan seluruh persyaratan telah lengkap. Bagi para ibu itu, pagi tersebut bukan sekadar mengantar anak ke sekolah, melainkan mengantarkan harapan menuju masa depan.
Di sela-sela antrean, Margareta dan Natalia sesekali berbincang dengan orang tua lainnya. Mereka saling bertukar cerita tentang persiapan pendaftaran, perjalanan menuju sekolah, hingga harapan yang sama, yaitu melihat anak-anak mereka memperoleh pendidikan yang lebih baik. Meski wajah mereka tampak lelah setelah menempuh perjalanan sejak pagi, semangat itu tak pernah surut. Harapan agar anak-anak mereka diterima di sekolah impian mengalahkan rasa letih yang mereka rasakan.
Bagi Margareta, hari itu menjadi langkah awal bagi anaknya untuk menata masa depan melalui pendidikan.
"Sebagai orang tua, kami ingin memberikan pendidikan yang terbaik. Walaupun harus datang dari pagi dan menunggu cukup lama, kami tetap semangat karena ini demi masa depan anak. Harapan saya sederhana, semoga anak kami bisa diterima dan rajin belajar agar bisa meraih cita-citanya," ujar Margareta, Jumat 26 Juni 2026.
Hal senada disampaikan Natalia Kibitap. Menurutnya, setiap orang tua tentu menginginkan anak-anaknya memperoleh kesempatan belajar yang lebih baik agar kelak mampu meraih cita-cita yang mereka impikan.
"Walaupun harus mengantre dan menunggu cukup lama, kami sebagai orang tua tetap mendampingi untuk memberikan semangat. Setelah semua proses selesai, saya merasa lega dan bersyukur. Sekarang kami tinggal berdoa semoga lulus. Selebihnya kami percaya anak-anak akan berusaha dengan kemampuan mereka sendiri," katanya.
Di tengah proses pendaftaran itu, kedua ibu tersebut memilih berdiri beberapa langkah di belakang anak-anak mereka. Mereka tidak lagi mengurus setiap berkas seperti saat anak-anak masih kecil, melainkan memberi ruang agar mereka belajar bertanggung jawab atas proses yang sedang dijalani. Dari kejauhan, tatapan mereka seolah menyampaikan doa agar setiap tahapan berjalan lancar.
Bagi Margareta dan Natalia, pendidikan bukan sekadar tentang diterima di sekolah baru. Pendidikan adalah bekal kehidupan yang akan menentukan langkah anak-anak mereka di masa depan. Karena itu, setiap pengorbanan sekecil apa pun menjadi bagian dari ikhtiar orang tua untuk membuka jalan menuju masa depan yang lebih baik.
Ketika seluruh proses pendaftaran selesai, senyum lega menghiasi wajah kedua ibu tersebut. Perjuangan hari itu mungkin tampak sederhana, hanya berdiri damping anak di tengah antrean dan menyerahkan berkas pendaftaran. Namun di balik setiap langkah yang ditempuh dan setiap doa yang dipanjatkan, tersimpan kasih sayang seorang ibu yang tak pernah lelah memperjuangkan masa depan anaknya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....