Memungut Sampah, Menanam Kepedulian
- 12 Jun 2026 19:57 WIB
- Bovendigoel
RRI.CO.ID, Boven Digoel - Pagi itu, suasana di sekitar Kompleks Puskesmas Tanah Merah, Kampung Persatuan, Distrik Mandobo, Kabupaten Boven Digoel, tampak berbeda. Sementara sebagian anak seusia mereka memilih bermain atau beristirahat setelah ujian nasional dan ujian kenaikan kelas, belasan anak justru berjalan menyusuri jalan lingkungan sambil membawa kardus bekas. Mata mereka tertuju pada sampah yang berserakan di pinggir jalan. Satu per satu, sampah itu dipungut dan dimasukkan ke kardus.
Mereka bukan petugas kebersihan. Mereka hanyalah anak-anak usia Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang memiliki kepedulian besar terhadap lingkungan sekitar. Sekitar 10 hingga 15 anak tergabung dalam kegiatan sederhana namun penuh makna ini. Setiap satu hingga dua kali dalam sebulan, terutama setelah pulang dari gereja, mereka menyisihkan waktu untuk membersihkan lingkungan sekitar kompleks Puskesmas dan jalan didepan kompleks.
Di balik kegiatan itu ada sosok Afra Omba, siswi SMP berusia 14 tahun, yang menjadi penggerak utama. Kegiatan ini dimulai sejak 4 Februari 2026, berawal dari keprihatinannya melihat sampah berserakan di lingkungan sekitar.
“Saya mengajak teman-teman untuk peduli terhadap lingkungan. Awalnya, setelah pulang dari gereja, kami melihat banyak sampah di jalan. Dari situ saya mengajak mereka untuk bersama-sama membersihkan lingkungan,” tutur Afra, Jumat 12 Juni 2026
Ajakan sederhana itu ternyata mendapat sambutan positif. Teman-temannya pun ikut bergabung, termasuk adik-adik yang masih duduk di bangku SD. Bagi Afra, membersihkan lingkungan bukan sekadar memungut sampah. Kegiatan ini menjadi sarana menanamkan nilai kepedulian, tanggung jawab, dan kerja sama sejak usia dini.
Dalam pelaksanaannya, anak-anak dibagi menjadi beberapa kelompok kecil. Mereka menyisir sisi jalan, halaman kompleks, dan area publik lainnya. Dengan semangat dan canda tawa khas anak-anak, mereka bekerja bersama mengumpulkan sampah yang berserakan.
Hasilnya mungkin tidak langsung mengubah dunia. Namun bagi warga sekitar, kehadiran anak-anak ini membawa perubahan kecil yang berarti. Lingkungan menjadi lebih bersih, nyaman, dan enak dipandang.
“Kalau lingkungan bersih, orang yang datang dari luar juga akan merasa nyaman. Karena itu kami ingin mengajak lebih banyak teman untuk peduli terhadap kebersihan lingkungan,” kata Afra.
Apa yang dilakukan anak-anak ini mungkin tampak sederhana. Namun dari langkah-langkah kecil mereka tersimpan pesan besar menjaga lingkungan bukan hanya tugas pemerintah atau petugas kebersihan, melainkan tanggung jawab setiap orang.
Di tengah berbagai persoalan lingkungan yang semakin kompleks, tangan-tangan kecil itu telah memberikan pelajaran berharga perubahan besar selalu berawal dari kepedulian yang sederhana. Dari memungut selembar sampah di pinggir jalan, mereka sedang menanam benih kesadaran yang kelak akan tumbuh menjadi budaya peduli lingkungan bagi generasi masa depan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....