Lahan dan Botol Kosong yang Bernilai Emas

  • 26 Nov 2025 07:27 WIB
  •  Bovendigoel

KBRN, Boven Digoel: Bapak Nataniel Tapuk, seorang pelaku UMKM di Boven Digoel, berhasil menciptakan sebuah taman kreatif yang luar biasa bernama Aqua Digoel”, yang tidak hanya memanfaatkan botol bekas sebagai bahan utama, tetapi juga menjadi tempat rekreasi yang ramah anak Taman ini menggabungkan keindahan visual dengan kolam renang mini yang menjadi daya tarik tambahan, sekaligus contoh sukses dalam mendaur ulang sampah plastik.

Cerita tentang taman ini bermula ketika Bapak Nataniel melihat banyaknya botol bekas yang terbuang setelah ia pulang dari bermain judi ayam. Alih-alih membiarkan botol-botol tersebut terbuang begitu saja, ia mulai berpikir untuk memanfaatkan botol-botol bekas tersebut menjadi sesuatu yang bermanfaat. Terinspirasi oleh taman berbentuk hati yang ia temui di YouTube, ia pun mulai bereksperimen dengan membuat taman kecil yang dihiasi dengan botol bekas.

“Awalnya hanya ingin membuat taman kecil, tetapi ide untuk membuat kolam renang mini bagi anak-anak pun muncul. Daripada mereka pergi ke kolam umum, saya pikir lebih baik mereka mandi di kolam yang saya buat sendiri di rumah,” ungkap nataniel senin, (24/11/2025).

Dengan kolam renang kecil yang cocok untuk anak-anak, taman Aqua Digoel pun mulai menarik perhatian. Beberapa pengunjung datang hanya untuk merasakan sensasi mandi di kolam yang terbuat dari botol bekas, menambah daya tarik taman yang sebelumnya berfokus pada dekorasi botol bekas.

Nataniel menceritakan bahwa ia menghabiskan waktu berbulan-bulan merombak taman ini hingga sepuluh kali untuk mencapai hasil yang memuaskan. Dari sekadar memanfaatkan botol bekas, taman ini kini tidak hanya menawarkan keindahan visual, tetapi juga manfaat bagi lingkungan. Nama "Aqua Digoel" sendiri berasal dari kata "aqua" yang merujuk pada air, simbol aliran jernih yang terus mengalir, seperti halnya ide kreatif di taman ini dan ada di Boven Digoel.

Taman ini kini memiliki ukuran sekitar 25 meter panjang dan 60 meter lebar, menjadikannya sebagai contoh kreativitas yang memberikan dampak positif bagi lingkungan dan ekonomi lokal. Terletak di Jalan Trans Papua, arah Mindiptanah kilometer 4, masuk ke kompleks Hartoyo, taman ini kini menjadi tujuan wisata kecil yang ramah lingkungan sekaligus mengedukasi pengunjung tentang pentingnya pengelolaan sampah.

“Saya banyak belajar dari botol kosong ini. Dari sana saya belajar untuk berpikir kreatif dan berani mencoba hal baru. Taman ini berkembang bukan hanya karena ide awal, tetapi juga karena ketekunan dalam merombaknya berulang kali sampai menemukan bentuk yang ideal,” jelasnya.

Berkat taman ini, Nataniel berharap dapat menginspirasi lebih banyak orang untuk berpikir kreatif, peduli terhadap lingkungan, dan melihat sampah sebagai sumber daya yang bisa dimanfaatkan. “Dengan memanfaatkan lahan kosong dan bahan yang sudah ada, kita bisa membuat sesuatu yang tidak hanya indah, tetapi juga memberikan nilai ekonomi,” tutupnya.

Rekomendasi Berita