Suara Emas Anak Pendiam yang Bernyanyi untuk Ibunya
- 18 Sep 2025 19:31 WIB
- Bovendigoel
KBRN,Boven Digoel: Ia bukan anak yang banyak bicara. Sopan, pendiam, dan tenang itulah kesan pertama yang melekat pada Gaudentius Robertus Ile, siswa kelas 9 di SMP Satu Atap YPPK St. Fransiskus Xaverius Tanah Merah, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan.
Namun siapa sangka, di balik kesederhanaannya itu, tersembunyi bakat luar biasa suara emas yang mampu menyentuh hati siapa pun yang mendengarnya.
"Saya mulai nyanyi sejak umur 9 tahun, waktu masih kelas 5 SD. Pertama kali tampil di acara sekolah, lomba nyanyi antar sekolah, dibimbing langsung oleh guru, " kenang Gau sapaan akrabnya.
Sejak saat itu, bakat menyanyinya terus berkembang. Bersama gurunya, ia mulai merekam lagu-lagu menggunakan peralatan sederhana. Beberapa karya mereka telah diunggah ke YouTube melalui kanal Digoel Area dan akun pribadinya. Semua menjadi jejak digital dari seorang anak pedalaman yang penuh semangat.
"Lagu yang kami rekam antara lain Yosepita, Sa Anak NTT, dan Tuhan Jaga Mama, "
Lagu “Tuhan Jaga Mama” menjadi karya paling menyentuh baginya. Lagu ini lahir dari rasa cinta dan empatinya kepada sang ibu, yang setiap hari bekerja keras demi keluarga.
"Lagu itu kami buat karena melihat mama selalu kerja keras. Saya cuma bisa nyanyi dan minta Tuhan jaga mama dalam setiap aktivitasnya, "
Tak hanya menciptakan lagu sendiri, Gau juga kerap membawakan lagu-lagu populer dalam berbagai kesempatan. Lagu "Rindu Rumah" karya Wiss Beker ia nyanyikan saat tampil dalam konser di Kantor Bupati Boven Digoel. Lagu "Sepenuh Hati" milik Roni Parulian ia bawakan saat mengikuti lomba Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N).
Sayangnya, sang guru yang selama ini menjadi pembimbing utamanya telah dipindahtugaskan ke sekolah lain. Sejak saat itu, kegiatan rekaman pun terhenti. Namun semangat Gau tak ikut padam.
"Kalau dapat undangan nyanyi, uangnya saya simpan. Bisa bantu mama dan bayar sekolah nanti,” jelasnya
Dari seorang anak pendiam menjadi pengi ngat bahwa talenta besar bisa tumbuh dari tempat yang kecil dan sederhana. Yang dibutuhkan hanyalah kesempatan, dorongan, dan keyakinan.