Kilas - Kisah Pacu Jalur Riau
- 13 Jul 2025 03:26 WIB
- Bovendigoel
KBRN, Boven Digoel: Pacu Jalur adalah tradisi lomba balap perahu tradisional yang menjadi kebanggaan masyarakat Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Provinsi Riau, Indonesia. Jalur digunakan untuk mengangkut hasil bumi dan penumpang, dengan kapasitas mencapai 40-60 orang.
Baru-baru ini, Pacu Jalur semakin mendunia setelah video bocah penari jalur di ujung perahu (dikenal sebagai "togak luan" atau "anak coki") menjadi viral di media sosial. Gerakan khas ini disebut-sebut mirip dengan tren "aura farming" dan menarik perhatian selebriti hingga klub sepak bola internasional.
Diketahui sejarah pacu jalur dimulai sekitar abad ke-17. Pada awalnya, "jalur" (perahu panjang) berfungsi sebagai alat transportasi utama masyarakat desa di sepanjang Sungai Kuantan untuk mengangkut hasil bumi dan penumpang. Seiring waktu, jalur juga digunakan oleh para bangsawan dan dihias dengan ukiran.
Perlombaan Pacu Jalur dahulu diadakan di kampung-kampung di sepanjang Sungai Kuantan untuk memperingati hari besar Islam. Disis lain pacu jalur juga diselenggarakan untuk memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia setiap bulan Agustus. Tradisi ini telah menjadi agenda tahunan Pemerintah Provinsi Riau sejak 1903, meskipun balapan perahu ini telah berlangsung ratusan tahun sebelumnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....