Beralih dari Nelayan, Petani Sayur Topang Ekonomi Keluarga
- 30 Sep 2026 02:48 WIB
- Bovendigoel
RRI.CO.ID,Boven Digoel:- Beralih dari pekerjaan sebagai nelayan tradisional menjadi petani sayur menjadi pilihan Mikael dan Feronika untuk menopang perekonomian keluarga. Dengan memanfaatkan lahan di sekitar pekarangan rumah, keduanya membudidayakan berbagai jenis sayuran yang memiliki nilai jual dan dapat membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga.
Feronika mengatakan, keputusan untuk menekuni usaha pertanian sayur berangkat dari kebutuhan keluarga. Hasil penjualan sayuran yang diperoleh dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, mulai dari kebutuhan pangan, keperluan rumah tangga, hingga biaya pendidikan anak-anak.
“Dari hasil menjual sayur, kita bisa memenuhi kebutuhan keluarga. Untuk makan, kebutuhan rumah tangga, sampai anak-anak sekolah,” ujar Feronika.
Berbagai jenis sayuran kini di budidayakan di lahan yang di kelolanya bersama keluarga. Tanaman tersebut antara lain seledri, bayam, tomat, kangkung, cabai, cabai keriting, jagung, dan kacang panjang.
Hasil panen dijual sesuai dengan jenis dan jumlah produksi. Jagung, misalnya, dipasarkan berdasarkan kilogram, sedangkan tomat dan cabai dijual secara eceran menyesuaikan hasil panen yang tersedia.
Bagi Feronika, usaha bertani sayur tidak hanya menjadi sumber penghasilan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga memberikan kesempatan untuk menyisihkan sebagian pendapatan sebagai tabungan keluarga.
Meski penghasilan dari hasil kebun tidak selalu besar, ia berupaya mengelola pendapatan yang diperoleh agar dapat dimanfaatkan secara maksimal. Sebagian hasil penjualan disisihkan untuk tabungan sebagai persiapan memenuhi kebutuhan keluarga pada masa mendatang.
Namun, dalam menjalankan usaha pertanian tersebut, Feronika mengaku masih menghadapi sejumlah kendala. Salah satu persoalan utama adalah keterbatasan air, terutama ketika memasuki musim kemarau.
Kondisi tersebut membuat proses penyiraman tanaman harus dilakukan secara manual dengan mengambil air dari lokasi yang lebih rendah. Cara ini membutuhkan tenaga dan waktu tambahan, sehingga turut memengaruhi aktivitas perawatan tanaman.
“Kita mau tanam juga tergantung dari air. Kalau musim kemarau, air harus diangkat secara manual dari bawah. Kalau ada bantuan alat seperti alkon, kita siap untuk terus bekerja,” katanya.
Menurut Feronika, ketersediaan sarana pengairan sangat dibutuhkan untuk menunjang keberlangsungan usaha pertanian yang dikelolanya. Dengan dukungan peralatan yang memadai, proses penyiraman diharapkan dapat dilakukan lebih mudah, khususnya saat musim kemarau.
Selain persoalan air, kendala lainnya berkaitan dengan kualitas benih. Benih yang masih dalam kondisi baik dapat tumbuh dengan cepat, sedangkan benih yang sudah terlalu lama disimpan atau melewati masa tanam terkadang sulit tumbuh.
Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi petani karena kualitas benih turut menentukan keberhasilan budidaya dan hasil panen yang diperoleh.
Selama ini, sebagian kebutuhan benih dan pupuk diperoleh melalui bantuan pemerintah, termasuk dari Dinas Pertanian serta program pemerintah pusat dan provinsi. Bantuan tersebut dinilai turut mendukung keberlangsungan kegiatan pertanian yang dijalankan.
Meski masih menghadapi berbagai keterbatasan, Feronika tetap berupaya mengembangkan usaha pertanian sayur bersama kelompoknya. Baginya, kegiatan tersebut menjadi salah satu cara untuk mempertahankan penghasilan keluarga sekaligus membuka peluang ekonomi melalui pemanfaatan lahan yang tersedia.
Ia berharap dukungan pemerintah terhadap petani sayur dapat terus ditingkatkan, terutama melalui penyediaan sarana pengairan, bantuan benih berkualitas, pupuk, serta kebutuhan pertanian lainnya.
Dengan dukungan tersebut, Feronika berharap usaha pertanian sayur yang dijalankan bersama kelompoknya dapat terus berlanjut dan berkembang. Tidak hanya untuk menopang perekonomian keluarga, tetapi juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan produktivitas pertanian dan mendukung pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat di Boven Digoel.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....